Senin, 08 April 2019

Mengenal Topologi Jaringan Komputer

Apa Itu Topologi Jaringan Komputer?

        Pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi. Dan setiap macam-macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenance nya. Dan juga setiap jenis topologi jaringan komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. ada banyak macam topologi seperti topologi ring, star, bus, mesh, dan tree.

Manfaat Topologi Jaringan Komputer
  • Mempermudah dalam proses inventarisasi
  • Mempermudah teknisi jaringan dalam membuat jaringan baru
  • Agar dapat menentukan tujuan utama dari pembuatan suatu jaringan
  • Meningkatkan efektifitas dalam membuat sebuah jaringan komputer
  • Dapat melakukan perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membangun suatu jaringan
  • Dapat saling menyesuaikan, antar topologi jaringan, dengan lokasi ruangan dimana jaringna trsebut akan dibangun
  • Agar pemuatan suatu jaringan komputer bisa tepat sasaran dan berfungsi dengan baik.

Macam-macam Topologi Jaringan Komputer 

1. Topologi Ring


      Pengertian Topologi Ring atau topologi cincin adalah suatu aturan, skema, konsep ataupun cara yang digunakan dalam menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dimana rangkaiannya membentuk titik-titik yang masing-masing titik terhubung dengan dua titik lainnya dalam satu jaringan.
Masing-masing titik tersebut berfungsi sebagai repeater yang dapat memperkuat sinyal disepanjang sirkulasi. Hal tersebut berarti masing-masing perangkat bekerjasama untuk mendapatkan sinyal dari perangkat yang sebelumnya, dan kemudian meneruskan sinyal tersebut ke perangkat setelahnya.
Dalam proses tersebut untuk menerima dan meneruskan sinyal dibantu oleh token dimana token berisi informasi data dari komputer sumber.
       Pada topologi ring setiap komputer di hubungkan dengan komputer lain dan seterusnya sampai kembali lagi ke komputer pertama, dan membentuk lingkaran sehingga disebut ring, topologi ini berkomunikasi menggunakan data token untuk mengontrol hak akses komputer untuk menerima data, misalnya komputer 1 akan mengirim file ke komputer 4, maka data akan melewati komputer 2 dan 3 sampai di terima oleh komputer 4, jadi sebuah komputer akan melanjutkan pengiriman data jika yang dituju bukan IP address dia.
Kelebihan Topologi Ring 
  • Mudah dalam hal perancangan dan pengimplementasiannya
  • Biaya installasi topologi ring cenderung lebih murah
  • Dibandingkan topologi lainnya misalnya topologi bus, topologi ring memiliki peforma koneksi yang lebih baik meskipun dengan aliran data yang berat sekalipun.
  • Topologi ring juga dinilai lebih hemat kabel.
  • Mudah jika ingin dilakukan instalasi ulang atau konfigurasi ulang dalam perangkat.
  • Memudahkan saat ingin melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dengan adanya konfigurasi point to point.
  • Menghindari tabrakan data pada saat proses pengiriman (collision) karena hanya satu node yang dapat dikirimkan dalam satu waktu.
Kekurangan Topologi Ring 
  • Jika terjadi kesalahan dalam satu node atau titik bisa mengakibatkan kesalahan dalam seluruh jaringan. Biasanya perusahaan yang menerapkan topologi ini menggunakan cincin ganda atau double ring untuk mengantisipasi permasalahan tersebut.
  • Jika ingin mengembangkan jaringan, maka proses terkesan kaku. Ini karena pemindahan, penambahan dan pengubahan perangkat akan mempengaruhi semua jaringan.
  • Kinerja komunikasi dalam jaringan topologi ring sangat bergantung dengan jumlah titik atau node yang terdapat dalam jaringan. Semakin banyak titik tentu akan semakin lama proses pengiriman datanya.
  • Memiliki konfigurasi yang lebih sulit dibandingkan topologi star serta memerlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles.
Ciri-ciri dan Karakteristik Topologi Ring  
  • Setiap komputer atau perangkat terhubung secara langsung satu dengan yang lainnya dalam satu jaringan.
  • Dalam proses pengiriman data pada suatu waktu hanya bisa dilakukan oleh satu titik dengan proses pengiriman satu jalur.
  • Pada penerapannya menggunakan jenis kabel UTP ataupun Patch Cable dan setiap titik dihubungkan secara seri pada kabel dengan membentuk jaringan yang menyerupai lingkaran.
  • Setiap paket data atau informasi bisa mengalir melalui kanan atau kiri titik sehingga hal ini dapat menghindari collision.
  • Kerusakan satu titik bisa mengakibatkan kerusakan pada titik-titik lainnya yang terhubung dalam satu jaringan.
Cara Kerja Topologi Ring 

     cara kerja topologi jaringan ini adalah setiap node berfungsi sebagai repeater atau penguat sinyal bagi node lainnya, baik sebelum atau sesudahnya. Dengan begitu, semua perangkat komputer akan dapat bekerjasama untuk mendapatkan sinyal dari komputer sebelumnya dan diteruskan ke node setelahnya. Pada proses ini, dibutuhkan alat yang disebut Token sebagai alat penerima dan penerusan sinyal data. Pada token itu sendiri terdapat data-data yang bersumber dari komputer sebelumnya, selanjutnya token akan meneruskan data tersebut ke node berikutnya. Data tersebut akan diterima oleh node berikutnya jika dibutuhkan. Namun, jika data tidak dibutuhkan maka data akan diteruskan ke node selanjutnya. Aliran data tersebut akan berjalan terus menerus hingga mencapai tujuan akhir. Berikut dijelaskan cara kerja topologi ring berdasarkan urutannya :
  • Setiap komputer terhubung dengan komputer selanjutnya
  • Setiap komputer melakukan transmisi ulang setiap kali ada pesan/ token yang masuk dari komputer sebelumnya, lalu akan meneruskan ke komputer selanjutnya
  • Token/ pesan singkat berjalan satu arah disepanjang cincin/ ring dan pengirimannya bergantian
  • Hanya komputer yang memiliki token/ pesan yang bisa mengirim pesan ke komputer tujuan
  • Token/ pesan diubah dengan cara menambahkan alamat dan data lalu mengirimnya sepanjang ring/ cincin.
Fungsi Topologi Ring 

     Untuk fungsi dari topologi ring adalah mirip dengan semua topologi pada komputer yakni menghubungkan dua atau lebih komputer supaya dapat saling berkomunikasi dan transfer data. Bentuk dari topologi ring adalah seperti cincin, hal ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas data yang ada pada topologi ini.

2. Topologi Mesh

    Pengertian Topologi Mesh adalah suatu jaringan komputer dimana bentuk koneksi antar perangkat komputer saling terhubung secara langsung satu dengan yang lainnya dalam satu jaringan.
Dalam topologi mesh atau topologi jala, masing-masing perangkat komputer dalam satu jaringan dapat saling berkomunikasi langsung karena saling terhubung satu sama lain, atau disebut dengan dedicated links. Topologi Mesh umumnya dibuat untuk jaringan yang skalanya tidak terlalu besar dan membutuhkan komunikasi antar perangkat dengan cepat.
   Jaringan topologi Mesh cukup jarang digunakan karena cukup sulit dikelola dan menggunakan banyak kabel. Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer dalam topologi Mesh, komputer lainnya tidak akan terpengaruh.
  Pada topologi ini setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya menggunakan kabel tunggal, jadi proses pengiriman data akan langsung mencapai komputer tujuan tanpa melalui komputer lain ataupun switch atau hub.



 Karakteristik Topologi Mesh 

   Proses pembuatan jaringan topologi Mesh menggunakan rumus N(N-1):2. N adalah jumlah komputer, maka jika pada jaringan topologi ini terdapat 5 komputer, maka jumlah kabel yang digunakan adalah 5(5-1):2 = 10 koneksi. Selain itu, setiap perangkat komputer harus memiliki port l/O dengan rumus N-1, yaitu 5-1=4.

Berikut ini adalah ciri-ciri topilogi Mesh:
  1. Setiap perangkat komputer dalam topologi mesh saling terhubung satu sama lain
  2. Topologi mesh menggunakan banyak kabel agar dapat menghubungkan semua perangkat
  3. Masing-masing node memiliki setidaknya 2 atau lebih port l/O
  4. Setiap node memiliki konfigurasi yang berbeda dalam berkomunikasi.
Kelebihan Topologi Mesh 
  1. Topologi Mesh mampu mendeteksi kesalahan atau gangguan dalam jaringan dengan cepat.
  2. Keamanan data yang di-sharing dalam jaringan topologi Mesh dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan
  3. Jika salah satu komputer dalam jaringan bermasalah, komputer lainnya tidak akan terpengaruh
  4. Pada topologi mesh terdapat hubungan dedicated link dimana data dapat dikirim ke komputer tujuan lebih cepat tanpa melalui komputer lainnya.
Kekurangan Topologi Mesh 
  1. Proses instalasi topologi mesh cukup rumit dan harus dilakukan oleh tenaga ahli di bidang computer network
  2. Topologi Mesh membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding topologi lainnya karena memakai banyak kabel
  3. Topologi Mesh tidak bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari karena jaringannya tidak praktis
  4. Proses konfigurasi ulang pada masing-masing komputer dan peralatan lainnya (misalnya port I/O) cukup merepotkan
  5. Biaya perawatan topologi mesh cenderung lebih besar.
Cara Kerja Topologi Mesh 
  1. Proses instalasi topologi mesh cukup rumit dan harus dilakukan oleh tenaga ahli di bidang computer network
  2. Topologi Mesh membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding topologi lainnya karena memakai banyak kabel
  3. Topologi Mesh tidak bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari karena jaringannya tidak praktis
  4. Proses konfigurasi ulang pada masing-masing komputer dan peralatan lainnya (misalnya port I/O) cukup merepotkan
  5. Biaya perawatan topologi mesh cenderung lebih besar.
Jenis-jenis Topologi Mesh 

Topologi Mesh sendiri terdiri dari dua jenis, berikut penjelasannya :

  •  Topologi Mesh Fully Connected

     Ciri utama dari Topologi Mesh Fully Connected adalah setiap perangkat komputer dalam jaringan ini saling terhubung secara penuh. Dengan kata lain, jika ada 5 komputer dalam jaringan maka setiap komputer terkoneksi dengan 4 komputer lainnya.

  • Topologi Mesh Partial Connected

    Ciri utama dari Topologi Mesh Partial Connected adalah tidak semua komputer saling terhubung satu sama lain. Beberapa komputer dalam jaringan ini saling terhubung, namun beberapa lainnya tidak saling terhubung.

3. Topologi Bus

   Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi. Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.
    Topologi jaringan komputer bus tersusun rapi seperti antrian dan  menggunakan cuma satu kabel coaxial dan setiap komputer terhubung ke kabel menggunakan konektor BNC, dan kedua ujung dari kabel coaxial harus diakhiri oleh terminator.


Karakteristik Topologi Bus 
  1. Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
  2. Sangat sederhana dalam instalasi.
  3.  Sangat ekonomis dalam biaya.
  4. Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
  5. Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukanadalah Tconnector pada setiap ethernet card.
  6. Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh     node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Cara Kerja Topologi Bus 

      Cara kerja dari topologi bus sebenarnya sangat sederhana. Yaitu menghubungkan dari server lalu dibagi dengan menggunakan sambungan bus. Bus disini adalah penghubung antar ujung kabel dalam suatu jaringan komputer. Jadi pada tiap sambungan akan mempunyai bus sebagai penghubung atau konektor. Pada ujung atau akhir dari konektor, maka ditutup dengan sebuah komponen yang disebut dengan terminator.
    Dengan terdapat terminator, artinya suatu jaringan telah mencapai ujungnya, dalam hal ini juga merupakan salah satu letak perbedaan dari topologi lain dengan topologi bus. Jika topologi lain tidak mempunyai ujung sautu jaringan, karena sifatnya pararel, maka pada topologi bus mempunyai satu ujung, yang tandanya terdapat komponen terminator.

Ciri-ciri Topologi Bus
  • Merupakan teknologi lama, yang disambungkan dengan satu kabel dalam satu baris
  • Tidak memerlukan peralatan aktif untuk menyambungkan terminal/komputer.
  • Setiap komputer tidak tersambung dengan komputer lain secara langsung, tetapi tersambung dengan kabel tunggal yang merupakan media transmisinya.
  • Kabel tunggal tersebut adalah jalur yang akan dilewati oleh data
  • Seringkali pada bagian ujung kabel utama terpasang terminator yang berfungsi untuk menghentikan sinyal agar tidak berbalik arah ke sisi ujung lain.
  • Ujung kabel dipasang konektor 50 ohm
  • Apabila kabel putus, maka komputer lain tidak bisa berkomunikasi
  • Sulit mengidentifikasi masalah yang muncul
  • Dukungan teknologi sudah tidak ada (discontinue support).
Karakteristik Topologi Bus
  • Proses instalasi jaringan bisa dilaksanakan dengan ringan
  • Adanya kabel utama yang fungsinya sebagai pusat lalu lintas data
  • Setiap node akan disambungkan secara serial dan ujung kabel utama akan dipasang terminator untuk menutupnya
  • Biaya yang digunakan untuk membangun topoloti bus lebih murah
  • Paket data yang terkirim akan sering mengalami persimpangan dalam satu kabel
  • Membutuhkan konektor BNC, T Connector di setiap kartu jaringan
  • Sering kali terjadi kepadatan lalu lintas data di kabel utama
  • Jika terjadi kerusakan di salah satu node, maka jaringan akan down/lemah.
Kelebihan Topologi Bus
  • Menghemat pemakaian kabel, dikarenakan media transmisinya cukup memakai kabel tunggal dan juga terpusat sehingga tidak membutuhkan banyak kabel.
  • Memiliki layout kabel yang sederhana, dalam pemasangan topologi bus yang digunakan sangat sedehana, sehingga pemasahannya lebi mudah
  • Mudah untuk dikembangkan, karena dalam perkembangannya jaringan komputer baik client atau server dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu komputer lain.
  • Biaya yang lebih murah dan ringan jika dibandingkan dengan susunan jaringan lain, karena pada jaringan lain memerlukan banyak kabel dan perangkat tambahan lain seperti switch atau hub untuk bisa menghubungkan antar node.
  • Karena sederhana, maka akan sangat mudah untuk memperluas jaringan di topologi bus.
Kekurangan Topologi Bus
  • Jika ada gangguan pada kabel pusat maka semua jaringan akan mengalami gangguan juga.
  • Padatnya jalur lalu lintas data
  • Membutuhkan Repeater untuk penggunaan jarak jauh
  • Deteksi dan isolasi kesalahan pada jaringan kecil sehingga apabila mengalami gangguan, maka lebih susah untuk di identifikasi kesalahan yang muncul.
Fungsi Topologi Bus

    Fungsi Topologi BUS adalah dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

4. Topologi Tree

   Topologi tree merupakan gabungan antara topologi bus dengan topologi star, dimana jaringan dalam topologi ini merupakan kumpulan topologi star yang dihubungkan dengan topologi bus. Jadi setiap client dikelompokkan dengan sebuah hub sebagai pusat komunikasi, seperti halnya struktur jaringan dalam topologi star. Kemudian setiap pusat komunikasi ini dihubungkan dengan pusat komunikasi lain menggunakan sebuah kabel utama seperti dalam topologi bus.
    Topologi tree atau topologi pohon dinamakan demikian, karena jika digambarkan, bentuk jaringan ini menyerupai bentuk pohon dengan cabang dan ranting. Dimana cabang memiliki hierarki lebih tinggi dari ranting. Dalam jaringan topologi tree juga terdapat herarki atau tingkatan jaringan, dimana jaringan dengan hierarki yang lebih tinggi akan dapat mempengaruhi dan mengontrol jaringan yang terdapat dibawahnya.
    Oleh sebab itu, topologi ini sering digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hierarki yang berbeda. Pada topologi tree, setiap client dalam satu kelompok dapat berhubungan dengan client dalam kelompok lain. Namun data yang dikirimkan oleh sebuah client, harus melalui simpul pusat terlebih dahulu sebelum sampai ke client tujuan.

Karakteristik Topologi Tree
  1. Memiliki kabel utama yang sering disebut dengan backbone, sebagai penghubung jaringan
  2. Memiliki hieraki atau tingkatan dalam jaringan
  3. Memiliki hub yang berperan sebagai pusat data serta kendali jaringan
  4. Komunikasi data yang dilakukan dalam jaringan harus melalui hub (pusat kendali)
    Pada topologi tree terdapat sebuah kabel utama (backbone) yang menghubungkan beberapa hub, yang mana pada hub ini terhubung pula beberapa client. Hub yang berada di tingkat lebih atas atau lebih tinggi dari client, menjadi pusat kendali dari client yang terhubung dibawahnya. Selain itu, setiap data dari dan untuk client harus melalui hub terlebih dahulu sebelum sampai ke tujuan.

Cara Kerja Topologi Tree

    Adapun cara kerja topologi tree adalah akan membentuk sebuah jaringan yang menggunakan sistem pohon bercabang. Pada topologi tree terdapat sistem yang bertingkatyang digunakan sebagai media interkoneksi antar sentral yang mana didalam interkoneksi tersebut terdapat hirarki yang berbeda.
    Komputer client ini dikelompokan dengan menggunakan topologi sar, kemudian masingmasing kelompok jaringan star ini menggunakan HUB yag tersambung dengan kabel uama yang disebut dengan backbne.

    Misal data dari kelompok jaringan 1 akan dihubungkan dengan kelompok jaringan no 2 maka data dari kelompok jaringan 1 ini akan melewati HUB kemudian akan diteruskan ke backbone dan menuju kelompok jaringan no 2. Jadi aliran data pada komputer dalam topologi pohon ini tidak terkirimkan secara langsung melainkan harus melewatihub dahulu.

Kelebihan Topologi Tree 
  1. Mendukung untuk diterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar.
  2. Pengembangan jaringan atau penambahan client yang berada dibawah hub pusat dapat dilakukan dengan mudah.
  3. Identifikasi kerusakan pada jaringan serta isolasi jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
  4. Jika salah satu client mengalami kerusakan atau gangguan, tidak akan mempengaruhi client lain.
  5. Manajemen data yang baik, sebab komunikasi terjadi secara point to point.
Kekurangan Topologi Tree
  1. Jika kabel utama (backbone) rusak, maka seluruh jaringan akan terganggu.
  2. Hub memegang peran penting dalam jaringan, jika hub rusak maka seluruh jaringan akan terganggu.
  3. Jika komputer yang berada di tingkat atas mengalami kerusakan atau gangguan, maka komputer yang berada dibawahnya juga akan mengalami gangguan.
  4. Biaya yang diperlukan dalam membangun jaringan ini lebih mahal, sebab menggunakan lebih banyak kabel dan hub.
  5. Konfigurasi dan pemasangan kabel dalam jaringan tree lebih rumit dibanding topologi lain.
  6. Perawatan dalam menjaga stabilitas jaringan cukup sulit dilakukan, sebab terdapat banyak perancangan pada node.
  7. Kinerja jaringan serta aliran data lebih lambat, sebab komunikasi antar komputer tidak bisa berjalan langsung, namun harus melalui hub terlebih dahulu.
  8. Lalu lintas data sangat padat, sebab melalui sebuah kabel utama (backbone), sehingga kemungkinan terjadinya collision (tabrakan file data) sangat besar.
Fungsi Topologi Tree

    Fungsi Topologi tree adalah sebagai pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan. 

5. Topologi Star
    Pengertian Topologi Star atau topologi bintang ialah suatu metode atau cara untuk menghubungkan dua atau lebih komputer dengan jaringan yang berbentuk bintang “star” yang dimana topologi jaringan ini berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node/pengguna, yang sehingga semua node atau titik terkoneksi dengan node tengah tersebut. Dinamai sebagai topologi bintang karena memang secara desain rakitannya menyerupai bentuk bintang dengan satu pusat server yang berada di tengah.
    Topologi star atau star network memiliki prinsip kerja dengan sebuah control atau kendali terpusat dimana seluruh link akan melalui pusat dan kemudian data disalurkan ke semua node atau node tertentu yang dikehendaki server pusat. Dalam istilah teknologi informasi, simpul pusat disebut sebagai stasiun primer sedangkan node-node yang terhubung lainnya disebut juga sebagai stasiun sekunder atau client.
  Dari pengertian topologi star tersebut tipe jaringan ini seringkali digunakan sebagai topologi jaringan komputer di beberapa perusahaan yang mengatur alur koordinasi terpusat. Tujuannya ialah agar semua data yang dikirimkan terlebih dahulu disaring melalui server pusat, baru kemudian disalurkan ke node lain.
Karakteristik Topologi Star


  • Pada tiap node saling komunikasi secara direct atau langsung dengan central node. Traffic data mengikuti aliran dari node ke central node dan kembali lagi
  • Mudah pengembangannya dikarenakan pada tiap node hanyan mempunyai kabel yang secara langsung terhubung ke central node.
  • Apabila ada kerusakan di salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu, sedangkan yang lainnya tidak terganggu.
  • Bisa di pakai kabel lower karena cukup menghandel satu trafik node dan seringkali memakai kabel UTP.
  • Tipe kabel yang dipakai adalah jenis UPT dan konektor RJ 45
  • Jika tiap paket data yang masuk ke hub lalu di sebarkan kesemua node yang tersambung sangat banyak, maka kinerja jaringan akan menjadi lemah/turun.
Ciri Topologi Star

   Ciri-ciri pada topologi star adalah terdapatnya hub atau switch yang menyambungkan setiap komputer server dan client.

Cara Kerja Topologi Star



  • Hub yang telah tersambung dengan server penyedia paket data sudah harus siap untuk sebagai pusat dari jaringan komputer.
  • Lalu, pasang kabel-kabel di dalam port pada hub atau switch yang dipakai sebagai sentral.
  • Jika tiap kabel sudah terpasang, hubungkan kabel-kabel tersebut ke dalam komputer-komputer yang dijadikan sebagai client atau user.
  • Dengan seperti itu, setiap user atau client akan mendapatkan data yang sama seperti apa yang dimiliki oleh server sebagai sentral dan juga sumber paket data.Jika memakai topologi star dalam pembuatan suatu jaringan komputer,maka harus membuat setiap komputer yang dipakai sebagai user dan membutuhkan tiap komputer dengna satu instalasi kabel. Oleh sebab itu jika mempunyai 50 unit komputer client atau user, maka membutuhkan 50 unit kabel supaya suatu jaringan topologi star bisa berjalan dengan baik dan optimal di setiap komputer user.Penggunaan topologi star bukan saja yang konvensional, tetapi telah ada istilah topologi star hybrid. Yang pada dasarnya topologi ini sama saja dengan topologi star umumnya. Tetapi yang membedakan adalah pemakaian kabelnya yang seringkali memakai beberapa tipe kabel di suatu jaringan komputernya.Pemakaian beberapa tipe kabel lebih menuju pada kualitas dari transfer data yang bisa dilaksanakan oleh server dan hub atau switch kepada user. Semakin bagus kualitas dan jenis kabel yang dipakai di topologi star, maka semakin bagus pula kualitas dari transfer sinyal dan paket data dalam jaringan komputer tersebut.
Kelebihan Topologi Star

  • Dapat Dipakai Pada Banyak Komputer Server Dan Client
        Dengan menggunakan topologi star maka dapat untuk menangani komputer server dan client dalam jumlah yang banyak. Untuk pemakaian komputer di satu ruangan yang bisa mencapai 30-50 unit, akses data diantara komputer didalam ruangan tersebut masih dapat di tangani oleh jaringan topologi star ini.
  • Sangat Ringan Dalam Maintanance
       Dalam topologi star maintanance lebih mudah atau ringan, yang harus dilakukan adalah dengan melihat kondisi komputer server, hub atau switch dan juga kabel yang menyambungkan hub dengan komputer. Jika salah satu komputer user terjadi kerusakan pada jaringannya, maka cukup melihat kondisi kabel yang mengalami kerusakan, tidak harus melihat semua kabel satu per satu. Hal ini menjadikan maintance semakin ringan.
  • Speed Transfer Pada Jaringan Komputer Sama Besar
       Menggunakan topologi star pada jaringan komputer maka setiap komputer server atau user yang tersambung akan mendapatkan kecepatan dan juga transfer data yang sama besar. Sehinggga bisa meningkatkan efisiensi dari pemakaian jaringan tersebut.
  • Dapat Menggunakan Berbagai Tipe Kabel
       Dengan menggunakan topologi star, maka topologi ini sangat support dengan berbagai tipe kabel yang berbeda dalam satu jaringan komputer.
  • Mudah Dalam Pengembangan
       Jaringan komputer yang memakai topologi star mudah dalam pengembangannya. Jika ingin menambah jumlah komputer user dan client, maka hanya perlu membeli kabel, dan bisa menyambungkan langsung dengan hub atau switch yang dipakai sebagai sentral transmisi data dalam jaringan yang dibuat. Tanpa perlu instalasi kabel ulang yang bisa membutuhkan waktu yang lama.
  • Tingkat Keamanan Jaringan Tinggi
       Tingkat keamanan pada topologi star cukup tinggi, hal ini dikarenakan dengan topologi star susah dirusaka tau diterobos oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, karena sudah mempunyai tingkat keamanan tinggi.
  • Kemudahan Operasi Jaringan
      Pemakaian dan pengaplikasian pada topologi star ketika membentuk jaringan komputer sangat mudah, sehingga banyak yang memilih memakai topologi star dalam membangun jaringan komputer.
Kekurangan Topologi Star

  • Banyak Kabel Yang Dibutuhkan
      Penggunaan kabel yang banyak dalam topologi star adalah salah satu kekurangan jenis topologi ini. Karena untuk mewujudkan topologi star ini dibutuhkan kabel yang banyak, karena satu kabel dipakai untuk satu komputer user atau client.
  • Hub atau Switch Perlu Perawatan
       Hub atau switch dalam topologi star adalah hardware yang mempunyai fungsi utama. Oleh sebab itu diperlukan perawatan dari alat ini dengan baik, jika terjadi kerusakan pada komponen hub maka akan menyebabkan sambungan dan transfer data didalam semua jaringan akan mengalami gangguan dan kerusakan.
  • Lalu Lintas Padat Bisa Menurunkan Kecepatan Transfer Data
      Dalam topologi star jika lalu lintas sangat padat, maka bisa menurunkan kecepatan transfer data dan bisa menurunkan kualitas dari jaringan komputer.
  • Biaya Membangun Jaringan Lebih Tinggi
       Dengan banyaknya bahan-bahan yang harus digunakan untuk membangun topologi star, maka sudah dapat diperkirakan biaya yang digunakan akan lebih tinggi dari pada jenis topologi lain. Banyaknya kabel yang digunakan dan hub inilah yang bisa membuat biayanya lebih mahal atau tinggi.
Fungsi Topologi Star

    Adapun fungsi dari topologi star adalah sebagai penghubung antar komputer satu dengan komputer lainnya didalam jaringan komputer, baik komputer tersebut sebagai server ataupun sebagai client. Selain itu untuk menyambungkan antar komputer di satu jaringan/network pada topologi star juga bisa dipakai untuk menyambungkan perangkat keras komponen jaringan lainnya, seperti router, acces point, modem dan lainnya.

Implementasi Topologi Star

   Topologi star adalah salah satu jenis topologi yang banyak diaplikasikan pada jaringan komputer umumnya, karena bisa mengurangi biaya maintanance. Penggunaan topologi ini biasanya pada jaringan komputer yang terdiri 20-30 komputer dan implementasinya biasanya pada lokasi:
  • Sekolah
  • Kantor
  • Warnet
  • Instansi
  • Dan lainnya
Sumber Referensi :


Sabtu, 06 April 2019

Jenis - Jenis Kabel UTP


  Kabel UTP

1  Pengertian Kabel UTP

UTP ini kepanjangan dari Unshield Twisted Pair, dari istilah Unshield yang berarti kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung alumunium dan pastinya tidak tahan lama dengan interferensi elektromagnetik. Berbeda halnya dengan STP (Shield Twisted Pair), pastinya kalau STP iya kuat dengan interferensi elektromagnetik. Sedangkan istilah dari Twisted Pair berarti kabel yang saling berlilitan dengan kabel lainnya. Penjelasan singkat dari arti kata UTP (Unshielded Twisted-Pair) yaitu:
Unshielded : Tanpa Pelindung
Twisted : Terpilin atau Membelit
      • Pair : Berpasangan



Kabel UTP  dilengkapi dengan 8 buah kabel dengan 5 warna yang berbeda-beda dan setiap warnanya pada kabel tersebut dililit dengan kabel berwarna putih, dan setiap kabel tersebut dililit sehingga tiap pasang warna menjadi 4 buah kabel. Fungsi dari lilitan kabel tersebut sangat berguna untuk mengurangi induksi serta kebocoran yang terjadi pada kabel. Dan perlu kamu ketahui juga, setiap warna yang berbeda-beda pada kabel UTP tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Berikut fungsinya yang terdapat pada setiap warna di kabel UTP :
1)  Jingga = Warna jingga atau biasa sering disebut warna oren ini berfungsi sebagai penghantar paket data.
2)      Putih - Jingga = Fungsinya sebagai penghantar paket data.
3)      Hijau = Kabel yang berwarna hijau ini berguna untuk penghantar paket data.
4)      Putih - Hijau = Warna putih hijau ini sama juga fungsinya untuk penghantar paket data.
5)      Biru = Nah untuk warna biru ini ia berguna sebagai penghantar paket suara.
6)      Putih - Biru = Fungsinya juga sama yakni sebagai penghantar paket suara.
7)      Cokelat = Kalau warna cokelat ini berfungsi sebagai penghantar tegangan DC.
8)      Putih - Cokelat = Fungsinya sama juga untuk penghantar tegangan DC.

2   Jenis Kabel UTP

Untuk jenis-jenis kabel UTP ada yang namanya kabel straight-through, cross-over maupun roll-over. Untuk itu kalian bisa pahami dari penjelasan dari kabel utp yang barusan disebut tersebut.

  • Kabel Straight-through





Untuk tipe kabel straight through ia ujung warna dari konektor 1 dan konektor 2 sama, contohnya seperti gambar diatas tersebut, warnanya tetap sama tidak ada bedanya. Kabel straight through ini berguna sebagai penghubung dua perangkat yang berbeda, contohnya seperti router ke hub/switch, komputer ke hub dan komputer ke switch.

  • Kabel Cross-over




Jika straight through ujungnya sama, beda dengan kabel cross over yang setiap ujung konektor 1 dan konektor 2 berbeda,untuk lebih jelasnya kamu lihat gambar diatas tersebut. Dan kabel cross over berfungsi sebagai penghubung dengan dua perangkat yang sama, contohnya seperti router ke router, hub ke hub, komputer ke komputer dan switch ke switch.

  • Kabel Roll-over



     Dan yang terakhir adalah tipe dari kabel roll over, kalau khusus tipe kabel roll over ini tinggal dibalik saja urutannya antara konektor 1 dengan konektor 2. Kabel ini sama dengan staright through yang berfungsi sebagai penghubung dengan perangkat yang sama, tetapi kalau tipe roll over ini lebih menghubungkan perangkat yang memiliki konsol, contohnya switch dengan proyektor, switch dengan printer.

 Fungsi Kabel UTP
       Fungsi dari kabel utp ini digunakan pada jaringan LAN untuk menghubungkan komputer ke komputer atau komputer ke perangkat ataupun dalam jaringan itu sendiri.

Kelebihan Kabel UTP 

1)      Harga lebih terjangkau dan alat-alatnya mudah untuk didapatkan.
2)      Memiliki ukuran yang kecil.
3)    Sangat mudah dalam proses instalasi, sesuai dengan urutannya yang barusan kami jelaskan pada ulasan diatas.

Kekurangan Kabel UTP

     1)  Sangat sensitif terhadap interferensi gelombang elektromagnetik.
     2) Jaraknya hanya mencapai 100m, jika mau menghubungkan perangkat lebih jauh lagi harus                  menambahkan repeater lagi.





Ini salah satu contoh buataan saya

Sumber Referensi :
https://www.feritekno.com/2018/02/pengertian-kabel-utp-beserta-fungsi-dan-jenisnya.html
https://elsasonia.wordpress.com/2017/01/27/pengertian-kabel-straight-dan-crossover-beserta-cara-membuatnya/


Perangkat Jaringan Komputer


Repeater

1.     Pengertian Repeater





Pada dasarnya, secara etimologi pengertian repeater berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘repeat’ yang diartikan sebagai pengulangan. Sedangkan pengertian secara terminologi, repeater adalah sebagai pengulang kembali. Atau dapat didefinisikan dalam bahasa yang lebih sempurna, yaitu repeater berarti alat yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke daerah sekitar perangkat ini dengan lebih mudah.
Pengertian Repeater adalah suatu alat yang memiliki fungsi untuk memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server, dimana tujuan dari hal tersebut untuk menangkap sinyal Wifi. Dalam memenuhi repeater terdapat dua alat yaitu untuk menerima sinyal dari server (Client) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (accespoint).
Repeater dalam ruangan adalah suatu perangkat yang dipasang pada titik-titik tertentu dalam jaringan demi tujuan memperbaharui sinyal-sinyal untuk mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula. Tujuannya untuk memperpanjang jarak yang dapat ditempuh. Hal demikian diperlukan sebab, sinyal-sinyal mengalami perlemahan dan perubahan bentuk selama transmisi.
Fasilitas paling sederhana dalam internet working adalah repeater. Fungsi utama repeater adalah menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Phisical Layer dalam model jaringan OSI. Jumlah repeater biasanya ditentukan oleh implementasi LAN tertentu. Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protokol Phisical Layer yang sama antara segmen-segmen kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel ethernet 10base2.

1.     Fungsi Repeater

Menurut Herlambang dan Aziz (2008) bahwa Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel lalu memancarkan kembali sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain. Adapun fungsi yang lain yaitu :
1)      Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari server (pemancar)
2)      Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari server.
3)      Untuk memperjauh sinyal dari server (pemancar).

1.     Cara Kerja Repeater
Telah disebutkan bahwa fungsi repeater adalah untuk memperluas jangkauan jaringan wifi. Hal demikian dapat dilakukan dengan cara menerima sinyal data dan selanjutnya dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal demikian telah masuk ke repeater yang diperkuat terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya, yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang kedua memancarkan kembali data sinyal tersebut.
Setelah menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan melakukan pengubahan frekuensi sehingga memberikan manfaat bagi sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, sinyal pun akan menjadi lebih kuat dan memiliki jangkauan yang lebih luas.
Proses demikian, repeater memiliki dua sistem yang kerap digunakan. Sistem Repeater dalam jaringan disebut dengan analog repeater dan digital repeater. Arti dari analog repeater merupakan sistem repeater yang mengirimkan sinyal data dalam bentuk data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya listrik sesuai dengan amplitudo atau besaran sinyal yang dkirimkan. Sedangkan untuk digital repeater mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital. Data demikian dikirim dalam bentuk binary dengan diwakili angka 1 dan 0 dan juga terdapat proses tambahan.

1.     Jenis-jenis Repeater
1)      Telephone Repeater
Arti telephone repeater adalah jenis repeater yang difungsikan pada saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi. Sebab jarak tempuh yang jauh, sehingga sinyal yang diterima oleh para pengguna telepon dapat lebih jelas.
2)      Optical Communications Repeater
Pengertian Repeater ini adalah jenis repeater yang berfungsi memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel serat optik (fiber optic cable). Pada jenis repeater ini, dalam serat kabel optik terdapat informasi digital secaara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbentuk dari foton yang dapat tersebar secara acak dalam kabel serat optik.
3)      Radio Repeater
Radio repeater berarti jenis repeater yang berfungsi untuk memperkuat sinyal radio. Umumnya, jenis repeater ini memiliki satu antena yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater dengan tipe ini akan mengubah frekuensi sinyal yang dapat menerima sebelum dipancarkan kembali. Sinyal demikian dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus objek penghalang.

Kelebihan Repeater

1)      Sebuah digital perangkat yang memperkuat, membentuk ulang, atau melakukan kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital untuk transmisi ulang.
2)   Karena repeater bekerja dengan sinyal fisik yang sebenarnya, jangan mencoba untuk menginterprestasikan data yang dikirim data dapat memperkuat sinyal.
3)      Repeater bekerja pada lapisan fisik, di lapisan pertama dari model OSI.
4)   Sebuah analog perangkat yang memperkuat input sinyal terlepas dari alam (analog atau digital).

1.     Kekurangan Repeater

1)      Tembaga untuk surat
2)      Jangan serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus terhubung ke media yang berbeda.
3)      Memperpanjang jarak fisik jaringan
4)      Repeater harus ditempatkan ditempat yang tinggi.

v Bridge
1.     Pengertian Bridge




Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan. Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ethernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui jaringan.
Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan. Data akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.

2.   Fungsi Bridge

Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil, sehingga akan meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge yang lain yaitu diantaranya :
1)      Sebagai penghubung dua jaringan di tempat jauh
Secara geografis, misalnya saja di sebuah universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial.
2)      Otonomi dari masing-masing jaringan
Seperti di jaringan perkantoran, setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki komputer pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung dengan menggunakan bridge.
3)      Mengakomodasi beban jaringan
Misalkan di sebuah universitas banyak workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.

3. Kelebihan dan Kekurangan Bridge



Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.
Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan komunikasi antar protokol.


4.  Cara Kerja Bridge
Untuk memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan seperti “repeater  yang cerdas”. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.

Kontras dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang sedikit lebih cerdas. Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang terhubung melalui bridge.
Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.

NIC (Network Interface Card)
1.     Pengertian Nic (Network Interface Card)



NIC merupakan sebuah perangkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card dan juga Ethernet Card.
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk ekspansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antena wireless di dalam sebuah komputer, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.


2.   Jenis-jenis NIC (Network Interface Card)

1)      Network Interface Fisik/Physica
Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik merupakan sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan secara fisik, berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa kita gunakan sehar- hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2)    Network Inteface Logis/Logical
Berbeda degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah software atau sebuah program yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya seolah-olah menjadi sebuah Network Interface Card.

3.    Tugas Utama NIC (Network Interace Card)
NIC pada dasarnya memiliki beberapa fungsi. Namun demikian, disamping berbagai macam fungsi yang terdapat pada NIC tersebut, NIC memiliki satu tugas utama yang paling penting. Tugas utama dari sebuah NIC tersebut adalah untuk mengubah aliran data berbentuk parallel di dalam bus sebuah komputer menjadi aliran data yang berbentuk serial, sehingga nantinya aliran data yang berbentuk serial tersebut bisa saling di transmisikan di dalam media jaringan komputer.

4.    Fungsi NIC (Network Interface Card)
1)      Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya
Secara teoritis, Network Interface Card memilki fungsi yang penting untuk mengirimkan data dari sebuah komputer menuju komputer lainnya. Fungsi pengiriman data ini biasanya merupakan tugas dan juga fungsi dari sebuah komputer server, dimana komputer server bertugas untuk menyediakan data dan juga berbagai permintaan akan transmisi data yang direquest oleh klien atau user.
Dengan adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang dibutuhkan oleh klien atau user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan alur yang berawal dari NIC milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan, yang kemudian diterima oleh NIC milik user atau klien.
2)      Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
Selain dapat melakukan pengiriman data secara teoritis Network Interface Card juga memiliki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol data flow atau aliran data dari sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan sistem jaringan kabel. Hal ini merupakan fungsi yang sangat penting, dimana NIC dapat membantu menjaga agar data yang dikeluarkan dan juga diterima tidak berlebihan. Selain itu juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan arus informasi dan data yang mengalir di dalam sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan jaringan kabel.






3)       Menerima data dari komputer lain
Apabila fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang dimiliki oleh sebuah server di dalam jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi dari sebuah Network Interface Card berada pada komputer client atau user. Ketika bertindak dan bekerja di dalam komputer yang merupakan komputer client atau server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah ditransmisikan oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang mengalir dan juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau klien.
4)      Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima
Fungsi lainnya dari NIC secara teoritis adalah melakukan konversi. Konversi ini meruapakan sebuah proses perubahan, yang dilakukan oleh NIC untuk mengubah aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi bentuk bit. Bit merupakan bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah oleh sebuah komputer, sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi berguna dan akhirnya bisa diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima ataupun komputer pengirim.
Selain fungsi secara teoritis, Network Interface Card juga memiliki banyak fungsi praktis. Fungsi praktis merupakan fungsi dari Network Interface Card yang mengarah kepada penggunaan sehari-hari di dalam sebuah jaringan. Kita juga bisa menyebut fungsi praktis dari NIC ini dengan istilah manfaat dari NIC.

5.    Fungsi dan Manfaat Praktis NIC (Network Interface Card)
1)      Membangun sebuah jaringan komputer dan menghubungkan komputer satu dengan komputer lain
Manfaat dan fungsi praktis pertama dari sebuah NIC adalah untuk membuat dan membangun jaringan komputer, yang bertujuan untuk saling menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Pembangunan sebuah jaringan ini bertujuan untuk saling mempermudah komunikasi antar komputer, sehingga dapat mempercepat transmisi data dan juga arus informasi yang ada.

Biasanya, pembuatan sebuah jaringan komputer yang menggunakan NIC banyak digunakan pada jaringan yang bersifat local, atau jaringan LAN. Karena itu, NIC juga sering disebut sebagai LAN Card. Konektivitas Lokal atau LAN ini banyak digunakan pada suatu institusi ataupun organisasi tertentu yang memiliki sebuah bank data atau database, dimana database tersebut dituntut untuk melayani beberapa user yang berperan sebagai workstation.
2)      Membantu mempermudah keperluan pengiriman data dan informasi antar komputer
Dengan adanya NIC di dalam komputer, maka hal ini akan membantu memudahkan sharing resources atau sumber daya antar komputer. Ketika sebuah komputer sudah saling tehubung menggunakan NIC, maka komputer-komputer tersebut akan mennjadi lebih mudah untuk bertukar informasi dan data.
User juga dapat memindahkan dokumen ke komputer lain hanya dengan sekali klik, atau juga bisa mengakses data yang dimiliki oleh server di dalam organisasi dengan mudah dan cepat, tanpa harus repot mencari-cari lokasi data tersebut. Hal ini akan sangat membantu mempermudah dan mempercepat pengelolaan dan juga manajemen data.
3)      Menghubungkan jaringan local dengan jaringan internet
NIC juga berperan penting dalam membangun koneksi ke dalam jaringan internet. Hal ini terutama menggabungkan sebuah konektivitas LAN atau local ke dalam koneksi di dalam jaringan Internet. Fungsi ini banyak terlihat pada jaringan-jaringan di dalam warnet, dimana setiap komputer yang ada di dalam warnet tersebut saling terhubung di dalam konteks jaringan local atau LAN, namun juga tetap bisa terubung ke dalam jaringan internet.
Dengan begitu, maka user dapat membagi dan memecah jaringan internet tersebut ke dalam beberapa komputer yang ada, tanpa harus repot menggunakan banyak modem ataupun access point. User hanya perlu untuk mengkoneksikan server ke dalam internet dan dengan NIC setiap kompter yang terhubung ke dalam server tersebut akan terhubung juga ke dalam jaringan internet.
4)      Mengintegrasikan komputer dengan beberapa peralatan elektronik
Di jaman modern ini, tidak hanya komputer desktop ataupun laptop saja yang memiliki konektivitas menggunakan NIC. Beberapa peralatan elektronik lainnya seperti televisi, media player dan perangkat elektronik lain juga memiliki NIC di dalam perangkatnya. Hal ini sangat memungkinkan sebuah komputer bisa terkoneksi dengan perangkat tersebut, dan komputer bisa berperan untuk mentransmisikan dan mengontrol perangkat tersebut menggunakan konektivitas dari NIC.

6.  Manfaat NIC (Network Interface Card) di Berbagai Bidang
Secara tidak sadar adanya sebuah perangkat keras jaringan bernama NIC di dalam komputer dan perangkat elektronik yang biasa kita gunakan sehari-hari, membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Selain dapat membantu mempermudah pekerjaan dan membuat proses transfer data serta informasi menjadi lebih cepat dan praktis, penggunaan NIC sebagai media jaringan membawa banyak dampak positif terhadap erbagai bidang yang ada. Berikut ini beberapa contoh manfaat adanya NIC di berbagai bidang :
1)      Bisnis dan perkantoran
Dalam bidang bisnis, korporasi dan perkantoran, tentu saja NIC ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah membantu agar setiap komputer yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau perkantoran bisa saling terhubung satu sama lain dengan server utama dari kantor tersebut.

2)      Bidang ekonomi
Di bidang ekonomi, adanya NIC ini dapat membantu mempercepat arus informasi mengenai perkembangan ekonomi, dan membantu mempermudah transaksi secara elektronik dengan menggunakan komputer.

3)      Bidang pendidikan
Di dalam bidang pendidikan, NIC juga memiliki banyak peran. Salah satu peran utama adalah pembuatan sebuah jaringan local untuk katalog perpustakaan. Di dalam perpustakaan, user tidak perlu repot berkeliling untuk mencari nomor panggil buku. Dengan memanfaatkan jaringan komputer, maka dapat dengan mudah mencari nomor panggil dari buku yang akan anda cari.

4)      Bidang teknologi informasi
Dari segi teknologi informasi, adanya Network Interface Card membantu membuka jalan bagi perkembangan teknologi informasi lainnya, sehingga dapat menciptakan teknologi yang lebih canggih dan juga lebih bermanfaat lagi.

5)      Bidang sosial dan kemasyarakatan
Dari segi sosial, dengan adanya NIC didalam komputer kita, akan membantu terhubung ke dalam jaringan-jaringan internet, yang membantu kita bersosialisasi dengan teman di dalam dunia maya.

Switch
1.     Pengertian Switch



Switch atau Pengalihan Jaringan adalah suatu alat jaringan yang melakukan penjembatan tak tampak (penghubung penyekat (segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC). Switch jaringan bisa digunakan sebagai penghubung komputer atau penghala pada satu area yang terbatas, pengalih juga bekerja pada lapisan taut data (data link), cara kerja pengalih hampir sama seperti jembatan (bridge), akan tetapi switch memiliki sejumlah porta sehingga sering dinamakan jembatan pancaporta (multi-port bridge).

2.    Fungsi Switch

Fungsi Switch yaitu sebagai manajemen lalu lintas yang terdapat pada suatu jaringan komputer, switch bertugas mengirimkan suatu paket data untuk sampai ke tujuan dengan perangkat yang tepat. Switch ini juga bertugas mencari jalur yang paling baik dan optimal serta memastikan pengiriman paket data yang efisien tujuannya.

3.     Macam-macam Jenis Switch
Switch terbagi menjadi 2 macam yaitu berdasarkan OSI (Open System Interconnection) dimana terdapat switch layer dua dan layer tiga.
1)      Switch layer 2, yaitu switch yang beroperasi Data link layer ada pada lapisan model OSI, dimana switch bisa meneruskan paket dengan melihat MAC address tujuan, switch juga bisa melakukan fungsi bridge antara segmen-segmen LAN (Local Area Network) sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang akan ditujunya tanpa mengetahui protokol jaringan yang dipakai.
2)      Switch Layer 3, yaitu switch yang berada pada Network layer yang ada pada lapisan model OSI, dimana switch bisa meneruskan paket data menggunakan IP address. Switch layer 3 (tiga) sering disebut juga dengan switch routing ataupun switch multilayer.

Berikut beberapa tipe atau jenis Switch, diantaranya yaitu:
1)      ATM Switch
Asynchronous Transfer Mode adalah mode transfer yang disusun dalam bentuk sel-sel. Maksud asinkronus yaitu pengulangan sel yang mengandung informasi dari pengguna tidak perlu periodik.
2)      ISDN Switch
ISDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau Frame relay switch over ISDN ini biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, namun memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau ISDN router.
3)      DSLAM Switch
A Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM, dibaca dee-lam) memungkinkan telepon garis untuk membuat koneksi cepat ke Internet. Digital Subscriber Line Access Multiplexer ini merupakan perangkat jaringan, yang terletak di bursa telepon dari penyedia layanan, yang menghubungkan beberapa pelanggan Digital Subscriber Lines (DSLs) dengan kecepatan tinggi backbone Internet line menggunakan multiplexing teknik. Dengan menempatkan DSLAMs terpencil di lokasi terpencil dengan sentral telepon , perusahaa telepon menyediakan layanan DSL ke lokasi sebelumnya di luar jangkauan efektif.


4)      Ethernet Switch
Switch Ethernet adalah LAN interkoneksi perangkat yang beroperasi pada lapisan data-link (lapisan 2) dari model referensi OSI, saklar pada dasarnya mirip dengan jembatan, namun biasanya mendukung jumlah yang lebih besar dari segmen LAN terhubung dan memiliki kemampuan manajemen yang lebih kaya. LAN modern semakin diganti media bersama media diaktifkan, dengan menginstal switch Ethernet dan jembatan di tempat hub dan repeater. Partisi logis ini lalu lintas ke perjalanan hanya selama segmen jaringan di jalur antara sumber dan tujuan. Hal ini mengurangi bandwidth yang terbuang dari hasil dari mengirim paket ke bagian jaringan yang tidak perlu menerima data. Terdapat manfaat dari pengamanan ditingkatkan (pengguna kurang mampu tap-in ke’s data pengguna lain), manajemen yang lebih baik (kemampuan untuk mengontrol siapa yang menerima informasi apa (yaitu Virtual LAN) dan untuk membatasi dampak dari masalah jaringan), dan kemampuan untuk mengoperasikan beberapa link di full duplex (duplex lebih dari setengah diperlukan untuk mengakses bersama-sama).

4.    Cara Kerja Switch
Switch merupakan hardware (perangkat keras) jaringan komputer yang sama dengan HUB, perbedaanya switch ini lebih pintar meskipun harganya agak lebih mahal dari HUB. Cara kerja switch yaitu dengan cara menerima paket data pada suatu port lalu akan melihat MAC (Media Access Control) tujuannya dan juga membangun sebuah koneksi logika dengan port yang sudah terhubung dengan node ataupun perangkat tujuan, sehingga selain port yang dituju tidak bisa menerima paket data yang dikirimkan dan akan mengurangi terjadinya tabrakan data atau disebut juga collision. Setiap perangkat yang terhubung ke port tertentu, MAC addressnya dan akan dicatat di MAC address table yang nantinya akan disimpan pada memori chache switch.

5.   Kelebihan dan Kekurangan Switch

Kelebihannya :
1)      Performance : Karena sistem tertentu yang melekat pada switch hanya melihat informasi secara eksplisit ditujukan kepada NIC, ada sedikit overhead waktu yang dihabiskan membuang paket yang tidak perlu membaca setiap NIC mendapatkan paket sendiri dikirimkan ke switch secara independen satu sama lain terikat dengan NIC beralih.
2)      Hemat kabel, karena kabel straight atau cross yang sudah ada dapat digunakan di switch.  kecepatan transfer data yang lebih cepat dibandingkan dengan shared network pada hub dan dapat memeriksa dan menganalisa  seluruh paket sebelum diteruskan ke tujuan.

Kekurangannya : Harga sedikit lebih mahal daripada HUB dikarenakan switch adalah perkembangan dari HUB.

Router

1.     Pengertian Router




Router, Perute atau Penghala adalah perangkat keras jaringan komputer yang bisa digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router merupakan sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan ataupun internet untuk bisa menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Router memberikan kemampuan melakukan paket dari satu sistem ke sistem yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantaranya. Router bekerja pada lapisan Network dalam model OSI. Umumnya router memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge dan dapat digunakan pada internet  network dengan tingkat kerumitan yang tinggi sekalipun. Router yang saling terhubung dalam internet network turit serta dalam sebuah algoritma terdistribusi untuk menentukan jalur optimum yang dilalui paket yang harus lewat dari satu sistem ke sistem yang lain. Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN dan extended LAN. Sehingga traffic yang dibangkitkan oleh LAN terisolasi dengan baik daro traffic yang dibangkitkan oleh LAN lain dalam internet network. Jika dua atau lebih LAN terhubung dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda. Sebagai contoh, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda untuk menghubungkan data link LAN dengan data lin WAN.

2.    Fungsi Router
Router berfungsi sebagai penghubung 2 jaringan atau lebih untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router memiliki fungsi utama yaitu untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik secara statis maupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer, memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung juga bisa melakukan komunikasi, baik itu pada LAN maupun internet.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis ini disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut dengan access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga bisa mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

3.   Jenis-jenis Router

1)   Static Router (router statis) yaitu sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
2)  Dynamic Router (router dinamis) yaitu sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

4.     Cara Kerja Router

Cara kerja router yaitu dengan cara merutekan paket atau data informasi yang disebut dengan routing. Dengan teknik routing ini, router bisa mengetahui arah rute perjalanan informasi tersebut yang akan dituju, apakah berada pada satu jaringan yang sama atau bukan. Jika informasi yang dituju mengarah kepada jaringan yang berbeda, maka router otomatis akan meneruskannya kepada jaringan tersebut, sebaliknya jika paket yang dituju adalah jaringan yang sama, maka router akan menghalangi paket keluar juga meneruskan paket tersebut dengan routing di jaringan yang sama hingga terkirim ke tujuannya. Itulah ilustrasi cara kerja router.

5.   Kelebihan dan Kekurangan Router

Keuntungan Menggunakan Router :
1)      Isolasi traffic broadcast : kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
2)   Fleksibilitas : router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambanan waktu yang dialami jika menggunakan bridge.
3)   Peraturan prioritas : router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.
4)  Pengaturan konfigurasi : router pada umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.
5)  Isolasi masalah : router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.
6   6) Pemilihan jalur : router pada umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antara dua sistem.
Kerugian Menggunakan Router :
1 1) Tergantung pada protokol : router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu melakukan traffic yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.
2)   Biaya : router pada umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal, overhead pemprosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya pun dapat lebih rendah daripada bridge.
3  3)Pengalokasian alamat : dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berati mengubah alamat network pada sistem itu.
4   4) Sistem tak terjangkau : penggunaan tabel routing yang tidak dinamik menyebabkan  beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.


Hub
1.     Pengertian Hub




Hub atau network hub bisa didefinisikan sebagai alat atau perangkat yang memiliki fungsi untuk menghubungkan komputer dengan komputer lain dengan catatan komputer-komputer tersebut berada dalam satu jaringan yang sama. Tiap-tiap komputer atau perangkat yang terhubung bisa saling bertukar informasi. Hub adalah sebuah peranti jaringan komputer, dimana piranti ini memiliki fungsi untuk menghubungkan tiap-tiap peranti memanfaatkan kabel Ethernet dalam satu petak jaringan (network segment).
Sampai dengan saat ini, Hub terus mengalami perkembangan. Jumlah penggunanya terus mengalami peningkatan meninggalkan media transfer data portable. Sekilas cara kerja Hub mirip seperti Switch. Hanya saja, Hub tidak mengenal port spesifik yang menjadi tujuan pembagian data. Hub akan membagian data ke seluruh perangkat yang terhubung dengan port hub.

2.  Fungsi Hub
Hub berfungsi sebagai alat yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dalam satu jaringan. Tiap komputer yang terhubung dengan Hub akan saling bertukar data.
Fungsi utama HUB adalah menjadi alat yang menerima sinyal dari komputer sekaligus juga sebagai titik pusat dari seluruh komputer yang terhubung yang kemudian membagikan data ke seluruh komputer pula. Jika diperinci, fungsi Hub antara lain :

1)      Hub berfungsi sebagai penyambung dan konsentrator antar komputer dengan komputer lain dalam satu jaringan sehingga membentuk topologi jaringan.
2)      Berfungsi sebagai media penguat sinyal kabel UTP.
3)      Hub berfungsi sebagai media yang memiliki peran untuk memfasilitasi menambahkan workstation ataupun penambahan dari penghilangan.
4)      Hub juga bisa berfungsi sebagai penambah jarak network yang dapat difungsikan sebagai repeater juga.
5)      Hub bisa menyediakan atau memberi fasilitas fleksibel serta dengan support interface yang berbeda.
6)      Menerima signal dari satu komputer ke komputer lain untuk kemudian di bagikan.
7)      Hub bisa berfungsi sebagai sebuah jaringan yang sederhana dimana ia bisa menghubungkan beberapa komputer dalam satu grup lokal IP.
Selain itu, Hub berfungsi juga untuk memisahkan jaringan yang tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan dengan jaringan yang membutuhkan tenaga listrik tambahan.



3.     Cara Kerja Hub

Ketika ada beberapa komputer terhubung ke satu Hub, maka hub akan membagi data satu komputer ke komputer yang lain. Caranya, ketika ada paket yang masuk ke Hub dari salah sati port, maka secara otomatis Hub akan membagi paket tersebut ke port-port yang lain. Port inilah yang menyambung ke komputer.
Hub juga membagi bandwidth ke tiap-tiap port. Artinya ketika Hub hanya digunakan oleh satu PC, maka akan memperoleh akses bandwidth yang maksimum. Tetapi jika ada banyak komputer yang terhubung, maka Hub akan membagi bandwidth sesuai dengan jumlah komputer yang terhubung. Hub hanya memiliki satu buah domain collision dan bekerja pada lapisan Physical.

4.     Jenis Hub

1)      HUB aktif. Bisa didefiniskan sebagai hub yang memiliki kemampuan memperkuat sinyal pada sebuah jaringan. Hub ini disebut pula dengan repeat. Biasanya HUB aktif ini akan sangat berguna bila digunakan untuk menghubungkan dua unit komputer atau lebih yang memiliki jarak cukup jauh.
2)      HUB pasif. Jika Hub aktif memperkuat signal, maka Hub pasif hanya membagikan sinyal transmisi. Signal transmisi tersebut berasal dari port port komputer yang terhubung dalam jaringan.
3)      Intelligent hub. Beda dengan dua hub sebelumnya, intelegent Hub merujuk pada Hub yang dilengkapi dengan fungsi tambahan yang berguna. Karena berbagai fungsi tambahan inilah, intelegent Hub dapat melakukan pengaturan dan pemeriksaan sendiri pada arus pergerakan data dalam hub tersebut


5.     Kelebihan dan Kekurangan Hub

Memilih menggunakan Hub dibanding dengan model jaringan lainya, tentu saja memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan menggunakan HUB, misalnya :
1)      Hub memungkinkan pengguna melakukan atap-drop pada percakapan dengan memanfaatkan protokol jaringan atau yang biasa disebut sebagai “sniffer”.
2)      HUB itu tergolong sebagai Layer 1 dalam OSI model (physycal layer).
3)      HUB juga memiliki banyak port sehingga bisa menghubungkan banyak komputer.
4)      HUB melakukan sharing pada jaringan yang sama dengan mempertimbangkan jumlah komputer yang terhubung.

Sementara kekurangan Hub adalah : HUB tidak memiliki kemampuan untuk membaca paket data, tidak mampu mengenali sumber dan tujuan data, serta kecepatan komunikasi harus dibagi dengan komputer lain.
Sumber Referensi :


Nama       : IRA ZULVIA
Kelas        : 13.2B.01
Jurusan     : Teknik Komputer