Sabtu, 06 April 2019

Perangkat Jaringan Komputer


Repeater

1.     Pengertian Repeater





Pada dasarnya, secara etimologi pengertian repeater berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘repeat’ yang diartikan sebagai pengulangan. Sedangkan pengertian secara terminologi, repeater adalah sebagai pengulang kembali. Atau dapat didefinisikan dalam bahasa yang lebih sempurna, yaitu repeater berarti alat yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke daerah sekitar perangkat ini dengan lebih mudah.
Pengertian Repeater adalah suatu alat yang memiliki fungsi untuk memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server, dimana tujuan dari hal tersebut untuk menangkap sinyal Wifi. Dalam memenuhi repeater terdapat dua alat yaitu untuk menerima sinyal dari server (Client) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (accespoint).
Repeater dalam ruangan adalah suatu perangkat yang dipasang pada titik-titik tertentu dalam jaringan demi tujuan memperbaharui sinyal-sinyal untuk mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang semula. Tujuannya untuk memperpanjang jarak yang dapat ditempuh. Hal demikian diperlukan sebab, sinyal-sinyal mengalami perlemahan dan perubahan bentuk selama transmisi.
Fasilitas paling sederhana dalam internet working adalah repeater. Fungsi utama repeater adalah menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Phisical Layer dalam model jaringan OSI. Jumlah repeater biasanya ditentukan oleh implementasi LAN tertentu. Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protokol Phisical Layer yang sama antara segmen-segmen kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel ethernet 10base2.

1.     Fungsi Repeater

Menurut Herlambang dan Aziz (2008) bahwa Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel lalu memancarkan kembali sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain. Adapun fungsi yang lain yaitu :
1)      Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari server (pemancar)
2)      Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari server.
3)      Untuk memperjauh sinyal dari server (pemancar).

1.     Cara Kerja Repeater
Telah disebutkan bahwa fungsi repeater adalah untuk memperluas jangkauan jaringan wifi. Hal demikian dapat dilakukan dengan cara menerima sinyal data dan selanjutnya dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal demikian telah masuk ke repeater yang diperkuat terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya, yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang kedua memancarkan kembali data sinyal tersebut.
Setelah menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan melakukan pengubahan frekuensi sehingga memberikan manfaat bagi sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, sinyal pun akan menjadi lebih kuat dan memiliki jangkauan yang lebih luas.
Proses demikian, repeater memiliki dua sistem yang kerap digunakan. Sistem Repeater dalam jaringan disebut dengan analog repeater dan digital repeater. Arti dari analog repeater merupakan sistem repeater yang mengirimkan sinyal data dalam bentuk data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya listrik sesuai dengan amplitudo atau besaran sinyal yang dkirimkan. Sedangkan untuk digital repeater mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital. Data demikian dikirim dalam bentuk binary dengan diwakili angka 1 dan 0 dan juga terdapat proses tambahan.

1.     Jenis-jenis Repeater
1)      Telephone Repeater
Arti telephone repeater adalah jenis repeater yang difungsikan pada saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi. Sebab jarak tempuh yang jauh, sehingga sinyal yang diterima oleh para pengguna telepon dapat lebih jelas.
2)      Optical Communications Repeater
Pengertian Repeater ini adalah jenis repeater yang berfungsi memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel serat optik (fiber optic cable). Pada jenis repeater ini, dalam serat kabel optik terdapat informasi digital secaara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbentuk dari foton yang dapat tersebar secara acak dalam kabel serat optik.
3)      Radio Repeater
Radio repeater berarti jenis repeater yang berfungsi untuk memperkuat sinyal radio. Umumnya, jenis repeater ini memiliki satu antena yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater dengan tipe ini akan mengubah frekuensi sinyal yang dapat menerima sebelum dipancarkan kembali. Sinyal demikian dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus objek penghalang.

Kelebihan Repeater

1)      Sebuah digital perangkat yang memperkuat, membentuk ulang, atau melakukan kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital untuk transmisi ulang.
2)   Karena repeater bekerja dengan sinyal fisik yang sebenarnya, jangan mencoba untuk menginterprestasikan data yang dikirim data dapat memperkuat sinyal.
3)      Repeater bekerja pada lapisan fisik, di lapisan pertama dari model OSI.
4)   Sebuah analog perangkat yang memperkuat input sinyal terlepas dari alam (analog atau digital).

1.     Kekurangan Repeater

1)      Tembaga untuk surat
2)      Jangan serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus terhubung ke media yang berbeda.
3)      Memperpanjang jarak fisik jaringan
4)      Repeater harus ditempatkan ditempat yang tinggi.

v Bridge
1.     Pengertian Bridge




Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan. Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ethernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui jaringan.
Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan. Data akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.

2.   Fungsi Bridge

Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil, sehingga akan meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge yang lain yaitu diantaranya :
1)      Sebagai penghubung dua jaringan di tempat jauh
Secara geografis, misalnya saja di sebuah universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial.
2)      Otonomi dari masing-masing jaringan
Seperti di jaringan perkantoran, setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki komputer pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung dengan menggunakan bridge.
3)      Mengakomodasi beban jaringan
Misalkan di sebuah universitas banyak workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.

3. Kelebihan dan Kekurangan Bridge



Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.
Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan komunikasi antar protokol.


4.  Cara Kerja Bridge
Untuk memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan seperti “repeater  yang cerdas”. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.

Kontras dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang sedikit lebih cerdas. Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang terhubung melalui bridge.
Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.

NIC (Network Interface Card)
1.     Pengertian Nic (Network Interface Card)



NIC merupakan sebuah perangkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card dan juga Ethernet Card.
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk ekspansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antena wireless di dalam sebuah komputer, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.


2.   Jenis-jenis NIC (Network Interface Card)

1)      Network Interface Fisik/Physica
Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik merupakan sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan secara fisik, berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa kita gunakan sehar- hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2)    Network Inteface Logis/Logical
Berbeda degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah software atau sebuah program yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya seolah-olah menjadi sebuah Network Interface Card.

3.    Tugas Utama NIC (Network Interace Card)
NIC pada dasarnya memiliki beberapa fungsi. Namun demikian, disamping berbagai macam fungsi yang terdapat pada NIC tersebut, NIC memiliki satu tugas utama yang paling penting. Tugas utama dari sebuah NIC tersebut adalah untuk mengubah aliran data berbentuk parallel di dalam bus sebuah komputer menjadi aliran data yang berbentuk serial, sehingga nantinya aliran data yang berbentuk serial tersebut bisa saling di transmisikan di dalam media jaringan komputer.

4.    Fungsi NIC (Network Interface Card)
1)      Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya
Secara teoritis, Network Interface Card memilki fungsi yang penting untuk mengirimkan data dari sebuah komputer menuju komputer lainnya. Fungsi pengiriman data ini biasanya merupakan tugas dan juga fungsi dari sebuah komputer server, dimana komputer server bertugas untuk menyediakan data dan juga berbagai permintaan akan transmisi data yang direquest oleh klien atau user.
Dengan adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang dibutuhkan oleh klien atau user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan alur yang berawal dari NIC milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan, yang kemudian diterima oleh NIC milik user atau klien.
2)      Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
Selain dapat melakukan pengiriman data secara teoritis Network Interface Card juga memiliki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol data flow atau aliran data dari sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan sistem jaringan kabel. Hal ini merupakan fungsi yang sangat penting, dimana NIC dapat membantu menjaga agar data yang dikeluarkan dan juga diterima tidak berlebihan. Selain itu juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan arus informasi dan data yang mengalir di dalam sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan jaringan kabel.






3)       Menerima data dari komputer lain
Apabila fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang dimiliki oleh sebuah server di dalam jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi dari sebuah Network Interface Card berada pada komputer client atau user. Ketika bertindak dan bekerja di dalam komputer yang merupakan komputer client atau server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah ditransmisikan oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang mengalir dan juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau klien.
4)      Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima
Fungsi lainnya dari NIC secara teoritis adalah melakukan konversi. Konversi ini meruapakan sebuah proses perubahan, yang dilakukan oleh NIC untuk mengubah aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi bentuk bit. Bit merupakan bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah oleh sebuah komputer, sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi berguna dan akhirnya bisa diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima ataupun komputer pengirim.
Selain fungsi secara teoritis, Network Interface Card juga memiliki banyak fungsi praktis. Fungsi praktis merupakan fungsi dari Network Interface Card yang mengarah kepada penggunaan sehari-hari di dalam sebuah jaringan. Kita juga bisa menyebut fungsi praktis dari NIC ini dengan istilah manfaat dari NIC.

5.    Fungsi dan Manfaat Praktis NIC (Network Interface Card)
1)      Membangun sebuah jaringan komputer dan menghubungkan komputer satu dengan komputer lain
Manfaat dan fungsi praktis pertama dari sebuah NIC adalah untuk membuat dan membangun jaringan komputer, yang bertujuan untuk saling menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Pembangunan sebuah jaringan ini bertujuan untuk saling mempermudah komunikasi antar komputer, sehingga dapat mempercepat transmisi data dan juga arus informasi yang ada.

Biasanya, pembuatan sebuah jaringan komputer yang menggunakan NIC banyak digunakan pada jaringan yang bersifat local, atau jaringan LAN. Karena itu, NIC juga sering disebut sebagai LAN Card. Konektivitas Lokal atau LAN ini banyak digunakan pada suatu institusi ataupun organisasi tertentu yang memiliki sebuah bank data atau database, dimana database tersebut dituntut untuk melayani beberapa user yang berperan sebagai workstation.
2)      Membantu mempermudah keperluan pengiriman data dan informasi antar komputer
Dengan adanya NIC di dalam komputer, maka hal ini akan membantu memudahkan sharing resources atau sumber daya antar komputer. Ketika sebuah komputer sudah saling tehubung menggunakan NIC, maka komputer-komputer tersebut akan mennjadi lebih mudah untuk bertukar informasi dan data.
User juga dapat memindahkan dokumen ke komputer lain hanya dengan sekali klik, atau juga bisa mengakses data yang dimiliki oleh server di dalam organisasi dengan mudah dan cepat, tanpa harus repot mencari-cari lokasi data tersebut. Hal ini akan sangat membantu mempermudah dan mempercepat pengelolaan dan juga manajemen data.
3)      Menghubungkan jaringan local dengan jaringan internet
NIC juga berperan penting dalam membangun koneksi ke dalam jaringan internet. Hal ini terutama menggabungkan sebuah konektivitas LAN atau local ke dalam koneksi di dalam jaringan Internet. Fungsi ini banyak terlihat pada jaringan-jaringan di dalam warnet, dimana setiap komputer yang ada di dalam warnet tersebut saling terhubung di dalam konteks jaringan local atau LAN, namun juga tetap bisa terubung ke dalam jaringan internet.
Dengan begitu, maka user dapat membagi dan memecah jaringan internet tersebut ke dalam beberapa komputer yang ada, tanpa harus repot menggunakan banyak modem ataupun access point. User hanya perlu untuk mengkoneksikan server ke dalam internet dan dengan NIC setiap kompter yang terhubung ke dalam server tersebut akan terhubung juga ke dalam jaringan internet.
4)      Mengintegrasikan komputer dengan beberapa peralatan elektronik
Di jaman modern ini, tidak hanya komputer desktop ataupun laptop saja yang memiliki konektivitas menggunakan NIC. Beberapa peralatan elektronik lainnya seperti televisi, media player dan perangkat elektronik lain juga memiliki NIC di dalam perangkatnya. Hal ini sangat memungkinkan sebuah komputer bisa terkoneksi dengan perangkat tersebut, dan komputer bisa berperan untuk mentransmisikan dan mengontrol perangkat tersebut menggunakan konektivitas dari NIC.

6.  Manfaat NIC (Network Interface Card) di Berbagai Bidang
Secara tidak sadar adanya sebuah perangkat keras jaringan bernama NIC di dalam komputer dan perangkat elektronik yang biasa kita gunakan sehari-hari, membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Selain dapat membantu mempermudah pekerjaan dan membuat proses transfer data serta informasi menjadi lebih cepat dan praktis, penggunaan NIC sebagai media jaringan membawa banyak dampak positif terhadap erbagai bidang yang ada. Berikut ini beberapa contoh manfaat adanya NIC di berbagai bidang :
1)      Bisnis dan perkantoran
Dalam bidang bisnis, korporasi dan perkantoran, tentu saja NIC ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah membantu agar setiap komputer yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau perkantoran bisa saling terhubung satu sama lain dengan server utama dari kantor tersebut.

2)      Bidang ekonomi
Di bidang ekonomi, adanya NIC ini dapat membantu mempercepat arus informasi mengenai perkembangan ekonomi, dan membantu mempermudah transaksi secara elektronik dengan menggunakan komputer.

3)      Bidang pendidikan
Di dalam bidang pendidikan, NIC juga memiliki banyak peran. Salah satu peran utama adalah pembuatan sebuah jaringan local untuk katalog perpustakaan. Di dalam perpustakaan, user tidak perlu repot berkeliling untuk mencari nomor panggil buku. Dengan memanfaatkan jaringan komputer, maka dapat dengan mudah mencari nomor panggil dari buku yang akan anda cari.

4)      Bidang teknologi informasi
Dari segi teknologi informasi, adanya Network Interface Card membantu membuka jalan bagi perkembangan teknologi informasi lainnya, sehingga dapat menciptakan teknologi yang lebih canggih dan juga lebih bermanfaat lagi.

5)      Bidang sosial dan kemasyarakatan
Dari segi sosial, dengan adanya NIC didalam komputer kita, akan membantu terhubung ke dalam jaringan-jaringan internet, yang membantu kita bersosialisasi dengan teman di dalam dunia maya.

Switch
1.     Pengertian Switch



Switch atau Pengalihan Jaringan adalah suatu alat jaringan yang melakukan penjembatan tak tampak (penghubung penyekat (segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC). Switch jaringan bisa digunakan sebagai penghubung komputer atau penghala pada satu area yang terbatas, pengalih juga bekerja pada lapisan taut data (data link), cara kerja pengalih hampir sama seperti jembatan (bridge), akan tetapi switch memiliki sejumlah porta sehingga sering dinamakan jembatan pancaporta (multi-port bridge).

2.    Fungsi Switch

Fungsi Switch yaitu sebagai manajemen lalu lintas yang terdapat pada suatu jaringan komputer, switch bertugas mengirimkan suatu paket data untuk sampai ke tujuan dengan perangkat yang tepat. Switch ini juga bertugas mencari jalur yang paling baik dan optimal serta memastikan pengiriman paket data yang efisien tujuannya.

3.     Macam-macam Jenis Switch
Switch terbagi menjadi 2 macam yaitu berdasarkan OSI (Open System Interconnection) dimana terdapat switch layer dua dan layer tiga.
1)      Switch layer 2, yaitu switch yang beroperasi Data link layer ada pada lapisan model OSI, dimana switch bisa meneruskan paket dengan melihat MAC address tujuan, switch juga bisa melakukan fungsi bridge antara segmen-segmen LAN (Local Area Network) sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang akan ditujunya tanpa mengetahui protokol jaringan yang dipakai.
2)      Switch Layer 3, yaitu switch yang berada pada Network layer yang ada pada lapisan model OSI, dimana switch bisa meneruskan paket data menggunakan IP address. Switch layer 3 (tiga) sering disebut juga dengan switch routing ataupun switch multilayer.

Berikut beberapa tipe atau jenis Switch, diantaranya yaitu:
1)      ATM Switch
Asynchronous Transfer Mode adalah mode transfer yang disusun dalam bentuk sel-sel. Maksud asinkronus yaitu pengulangan sel yang mengandung informasi dari pengguna tidak perlu periodik.
2)      ISDN Switch
ISDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau Frame relay switch over ISDN ini biasanya terdapat pada Service Provider bekerja seperti halnya switch, namun memiliki perbedaan yaitu interface yang digunakan berupa ISDN card atau ISDN router.
3)      DSLAM Switch
A Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM, dibaca dee-lam) memungkinkan telepon garis untuk membuat koneksi cepat ke Internet. Digital Subscriber Line Access Multiplexer ini merupakan perangkat jaringan, yang terletak di bursa telepon dari penyedia layanan, yang menghubungkan beberapa pelanggan Digital Subscriber Lines (DSLs) dengan kecepatan tinggi backbone Internet line menggunakan multiplexing teknik. Dengan menempatkan DSLAMs terpencil di lokasi terpencil dengan sentral telepon , perusahaa telepon menyediakan layanan DSL ke lokasi sebelumnya di luar jangkauan efektif.


4)      Ethernet Switch
Switch Ethernet adalah LAN interkoneksi perangkat yang beroperasi pada lapisan data-link (lapisan 2) dari model referensi OSI, saklar pada dasarnya mirip dengan jembatan, namun biasanya mendukung jumlah yang lebih besar dari segmen LAN terhubung dan memiliki kemampuan manajemen yang lebih kaya. LAN modern semakin diganti media bersama media diaktifkan, dengan menginstal switch Ethernet dan jembatan di tempat hub dan repeater. Partisi logis ini lalu lintas ke perjalanan hanya selama segmen jaringan di jalur antara sumber dan tujuan. Hal ini mengurangi bandwidth yang terbuang dari hasil dari mengirim paket ke bagian jaringan yang tidak perlu menerima data. Terdapat manfaat dari pengamanan ditingkatkan (pengguna kurang mampu tap-in ke’s data pengguna lain), manajemen yang lebih baik (kemampuan untuk mengontrol siapa yang menerima informasi apa (yaitu Virtual LAN) dan untuk membatasi dampak dari masalah jaringan), dan kemampuan untuk mengoperasikan beberapa link di full duplex (duplex lebih dari setengah diperlukan untuk mengakses bersama-sama).

4.    Cara Kerja Switch
Switch merupakan hardware (perangkat keras) jaringan komputer yang sama dengan HUB, perbedaanya switch ini lebih pintar meskipun harganya agak lebih mahal dari HUB. Cara kerja switch yaitu dengan cara menerima paket data pada suatu port lalu akan melihat MAC (Media Access Control) tujuannya dan juga membangun sebuah koneksi logika dengan port yang sudah terhubung dengan node ataupun perangkat tujuan, sehingga selain port yang dituju tidak bisa menerima paket data yang dikirimkan dan akan mengurangi terjadinya tabrakan data atau disebut juga collision. Setiap perangkat yang terhubung ke port tertentu, MAC addressnya dan akan dicatat di MAC address table yang nantinya akan disimpan pada memori chache switch.

5.   Kelebihan dan Kekurangan Switch

Kelebihannya :
1)      Performance : Karena sistem tertentu yang melekat pada switch hanya melihat informasi secara eksplisit ditujukan kepada NIC, ada sedikit overhead waktu yang dihabiskan membuang paket yang tidak perlu membaca setiap NIC mendapatkan paket sendiri dikirimkan ke switch secara independen satu sama lain terikat dengan NIC beralih.
2)      Hemat kabel, karena kabel straight atau cross yang sudah ada dapat digunakan di switch.  kecepatan transfer data yang lebih cepat dibandingkan dengan shared network pada hub dan dapat memeriksa dan menganalisa  seluruh paket sebelum diteruskan ke tujuan.

Kekurangannya : Harga sedikit lebih mahal daripada HUB dikarenakan switch adalah perkembangan dari HUB.

Router

1.     Pengertian Router




Router, Perute atau Penghala adalah perangkat keras jaringan komputer yang bisa digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang sama atau berbeda. Router merupakan sebuah alat untuk mengirimkan paket data melalui jaringan ataupun internet untuk bisa menuju tujuannya, proses tersebut dinamakan routing.
Router memberikan kemampuan melakukan paket dari satu sistem ke sistem yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantaranya. Router bekerja pada lapisan Network dalam model OSI. Umumnya router memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge dan dapat digunakan pada internet  network dengan tingkat kerumitan yang tinggi sekalipun. Router yang saling terhubung dalam internet network turit serta dalam sebuah algoritma terdistribusi untuk menentukan jalur optimum yang dilalui paket yang harus lewat dari satu sistem ke sistem yang lain. Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN dan extended LAN. Sehingga traffic yang dibangkitkan oleh LAN terisolasi dengan baik daro traffic yang dibangkitkan oleh LAN lain dalam internet network. Jika dua atau lebih LAN terhubung dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda. Sebagai contoh, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda untuk menghubungkan data link LAN dengan data lin WAN.

2.    Fungsi Router
Router berfungsi sebagai penghubung 2 jaringan atau lebih untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router memiliki fungsi utama yaitu untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik secara statis maupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer, memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung juga bisa melakukan komunikasi, baik itu pada LAN maupun internet.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis ini disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut dengan access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga bisa mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

3.   Jenis-jenis Router

1)   Static Router (router statis) yaitu sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
2)  Dynamic Router (router dinamis) yaitu sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

4.     Cara Kerja Router

Cara kerja router yaitu dengan cara merutekan paket atau data informasi yang disebut dengan routing. Dengan teknik routing ini, router bisa mengetahui arah rute perjalanan informasi tersebut yang akan dituju, apakah berada pada satu jaringan yang sama atau bukan. Jika informasi yang dituju mengarah kepada jaringan yang berbeda, maka router otomatis akan meneruskannya kepada jaringan tersebut, sebaliknya jika paket yang dituju adalah jaringan yang sama, maka router akan menghalangi paket keluar juga meneruskan paket tersebut dengan routing di jaringan yang sama hingga terkirim ke tujuannya. Itulah ilustrasi cara kerja router.

5.   Kelebihan dan Kekurangan Router

Keuntungan Menggunakan Router :
1)      Isolasi traffic broadcast : kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
2)   Fleksibilitas : router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambanan waktu yang dialami jika menggunakan bridge.
3)   Peraturan prioritas : router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.
4)  Pengaturan konfigurasi : router pada umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.
5)  Isolasi masalah : router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.
6   6) Pemilihan jalur : router pada umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antara dua sistem.
Kerugian Menggunakan Router :
1 1) Tergantung pada protokol : router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu melakukan traffic yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.
2)   Biaya : router pada umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal, overhead pemprosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya pun dapat lebih rendah daripada bridge.
3  3)Pengalokasian alamat : dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berati mengubah alamat network pada sistem itu.
4   4) Sistem tak terjangkau : penggunaan tabel routing yang tidak dinamik menyebabkan  beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.


Hub
1.     Pengertian Hub




Hub atau network hub bisa didefinisikan sebagai alat atau perangkat yang memiliki fungsi untuk menghubungkan komputer dengan komputer lain dengan catatan komputer-komputer tersebut berada dalam satu jaringan yang sama. Tiap-tiap komputer atau perangkat yang terhubung bisa saling bertukar informasi. Hub adalah sebuah peranti jaringan komputer, dimana piranti ini memiliki fungsi untuk menghubungkan tiap-tiap peranti memanfaatkan kabel Ethernet dalam satu petak jaringan (network segment).
Sampai dengan saat ini, Hub terus mengalami perkembangan. Jumlah penggunanya terus mengalami peningkatan meninggalkan media transfer data portable. Sekilas cara kerja Hub mirip seperti Switch. Hanya saja, Hub tidak mengenal port spesifik yang menjadi tujuan pembagian data. Hub akan membagian data ke seluruh perangkat yang terhubung dengan port hub.

2.  Fungsi Hub
Hub berfungsi sebagai alat yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dalam satu jaringan. Tiap komputer yang terhubung dengan Hub akan saling bertukar data.
Fungsi utama HUB adalah menjadi alat yang menerima sinyal dari komputer sekaligus juga sebagai titik pusat dari seluruh komputer yang terhubung yang kemudian membagikan data ke seluruh komputer pula. Jika diperinci, fungsi Hub antara lain :

1)      Hub berfungsi sebagai penyambung dan konsentrator antar komputer dengan komputer lain dalam satu jaringan sehingga membentuk topologi jaringan.
2)      Berfungsi sebagai media penguat sinyal kabel UTP.
3)      Hub berfungsi sebagai media yang memiliki peran untuk memfasilitasi menambahkan workstation ataupun penambahan dari penghilangan.
4)      Hub juga bisa berfungsi sebagai penambah jarak network yang dapat difungsikan sebagai repeater juga.
5)      Hub bisa menyediakan atau memberi fasilitas fleksibel serta dengan support interface yang berbeda.
6)      Menerima signal dari satu komputer ke komputer lain untuk kemudian di bagikan.
7)      Hub bisa berfungsi sebagai sebuah jaringan yang sederhana dimana ia bisa menghubungkan beberapa komputer dalam satu grup lokal IP.
Selain itu, Hub berfungsi juga untuk memisahkan jaringan yang tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan dengan jaringan yang membutuhkan tenaga listrik tambahan.



3.     Cara Kerja Hub

Ketika ada beberapa komputer terhubung ke satu Hub, maka hub akan membagi data satu komputer ke komputer yang lain. Caranya, ketika ada paket yang masuk ke Hub dari salah sati port, maka secara otomatis Hub akan membagi paket tersebut ke port-port yang lain. Port inilah yang menyambung ke komputer.
Hub juga membagi bandwidth ke tiap-tiap port. Artinya ketika Hub hanya digunakan oleh satu PC, maka akan memperoleh akses bandwidth yang maksimum. Tetapi jika ada banyak komputer yang terhubung, maka Hub akan membagi bandwidth sesuai dengan jumlah komputer yang terhubung. Hub hanya memiliki satu buah domain collision dan bekerja pada lapisan Physical.

4.     Jenis Hub

1)      HUB aktif. Bisa didefiniskan sebagai hub yang memiliki kemampuan memperkuat sinyal pada sebuah jaringan. Hub ini disebut pula dengan repeat. Biasanya HUB aktif ini akan sangat berguna bila digunakan untuk menghubungkan dua unit komputer atau lebih yang memiliki jarak cukup jauh.
2)      HUB pasif. Jika Hub aktif memperkuat signal, maka Hub pasif hanya membagikan sinyal transmisi. Signal transmisi tersebut berasal dari port port komputer yang terhubung dalam jaringan.
3)      Intelligent hub. Beda dengan dua hub sebelumnya, intelegent Hub merujuk pada Hub yang dilengkapi dengan fungsi tambahan yang berguna. Karena berbagai fungsi tambahan inilah, intelegent Hub dapat melakukan pengaturan dan pemeriksaan sendiri pada arus pergerakan data dalam hub tersebut


5.     Kelebihan dan Kekurangan Hub

Memilih menggunakan Hub dibanding dengan model jaringan lainya, tentu saja memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan menggunakan HUB, misalnya :
1)      Hub memungkinkan pengguna melakukan atap-drop pada percakapan dengan memanfaatkan protokol jaringan atau yang biasa disebut sebagai “sniffer”.
2)      HUB itu tergolong sebagai Layer 1 dalam OSI model (physycal layer).
3)      HUB juga memiliki banyak port sehingga bisa menghubungkan banyak komputer.
4)      HUB melakukan sharing pada jaringan yang sama dengan mempertimbangkan jumlah komputer yang terhubung.

Sementara kekurangan Hub adalah : HUB tidak memiliki kemampuan untuk membaca paket data, tidak mampu mengenali sumber dan tujuan data, serta kecepatan komunikasi harus dibagi dengan komputer lain.
Sumber Referensi :


Nama       : IRA ZULVIA
Kelas        : 13.2B.01
Jurusan     : Teknik Komputer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar