Repeater
1.
Pengertian Repeater
Pada
dasarnya, secara etimologi pengertian repeater berasal dari bahasa Inggris yang
berarti ‘repeat’ yang diartikan sebagai pengulangan. Sedangkan pengertian
secara terminologi, repeater adalah sebagai pengulang kembali. Atau dapat
didefinisikan dalam bahasa yang lebih sempurna, yaitu repeater berarti alat
yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke daerah sekitar
perangkat ini dengan lebih mudah.
Pengertian
Repeater adalah suatu alat yang memiliki fungsi untuk memperluas jangkauan
sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server, dimana tujuan dari hal
tersebut untuk menangkap sinyal Wifi. Dalam memenuhi repeater terdapat dua alat
yaitu untuk menerima sinyal dari server (Client) dan untuk menyebarkan lagi
sinyal Wifi (accespoint).
Repeater
dalam ruangan adalah suatu perangkat yang dipasang pada titik-titik tertentu
dalam jaringan demi tujuan memperbaharui sinyal-sinyal untuk mencapai kembali
kekuatan dan bentuknya yang semula. Tujuannya untuk memperpanjang jarak yang
dapat ditempuh. Hal demikian diperlukan sebab, sinyal-sinyal mengalami
perlemahan dan perubahan bentuk selama transmisi.
Fasilitas
paling sederhana dalam internet working adalah repeater. Fungsi utama repeater
adalah menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali
dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih)
kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Phisical Layer dalam model
jaringan OSI. Jumlah repeater biasanya ditentukan oleh implementasi LAN
tertentu. Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN
mengharuskan penggunaan protokol Phisical Layer yang sama antara segmen-segmen
kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen
kabel ethernet 10base2.
1.
Fungsi Repeater
Menurut
Herlambang dan Aziz (2008) bahwa Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal
dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel lalu memancarkan kembali
sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel
lain. Adapun fungsi yang lain yaitu :
1)
Untuk mengover daerah-daerah yang
lemah sinyal dari server (pemancar)
2)
Untuk mempermudah akses sinyal Wifi
dari server.
3)
Untuk memperjauh sinyal dari server (pemancar).
1.
Cara Kerja Repeater
Telah
disebutkan bahwa fungsi repeater adalah untuk memperluas jangkauan jaringan
wifi. Hal demikian dapat dilakukan dengan cara menerima sinyal data dan
selanjutnya dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal demikian
telah masuk ke repeater yang diperkuat terlebih dahulu dengan kedua komponen
dasarnya, yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang
kedua memancarkan kembali data sinyal tersebut.
Setelah
menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan melakukan pengubahan
frekuensi sehingga memberikan manfaat bagi sinyal data yang dipancarkan dapat
menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, sinyal pun akan menjadi lebih kuat dan
memiliki jangkauan yang lebih luas.
Proses
demikian, repeater memiliki dua sistem yang kerap digunakan. Sistem Repeater
dalam jaringan disebut dengan analog repeater dan digital repeater. Arti dari
analog repeater merupakan sistem repeater yang mengirimkan sinyal data dalam
bentuk data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya listrik sesuai dengan
amplitudo atau besaran sinyal yang dkirimkan. Sedangkan untuk digital repeater
mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital. Data demikian dikirim dalam
bentuk binary dengan diwakili angka 1 dan 0 dan juga terdapat proses tambahan.
1.
Jenis-jenis Repeater
1)
Telephone Repeater
Arti telephone repeater adalah jenis repeater yang
difungsikan pada saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi. Sebab
jarak tempuh yang jauh, sehingga sinyal yang diterima oleh para pengguna
telepon dapat lebih jelas.
2)
Optical Communications Repeater
Pengertian Repeater ini adalah jenis repeater yang
berfungsi memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel serat optik (fiber optic
cable). Pada jenis repeater ini, dalam serat kabel optik terdapat informasi
digital secaara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang
terbentuk dari foton yang dapat tersebar secara acak dalam kabel serat optik.
3) Radio
Repeater
Radio repeater berarti jenis repeater yang berfungsi
untuk memperkuat sinyal radio. Umumnya, jenis repeater ini memiliki satu antena
yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater dengan tipe
ini akan mengubah frekuensi sinyal yang dapat menerima sebelum dipancarkan
kembali. Sinyal demikian dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus
objek penghalang.
Kelebihan
Repeater
1)
Sebuah
digital perangkat yang memperkuat, membentuk ulang, atau melakukan kombinasi
dari salah satu fungsi pada sinyal input digital untuk transmisi ulang.
2) Karena
repeater bekerja dengan sinyal fisik yang sebenarnya, jangan mencoba untuk
menginterprestasikan data yang dikirim data dapat memperkuat sinyal.
3)
Repeater
bekerja pada lapisan fisik, di lapisan pertama dari model OSI.
4)
Sebuah
analog perangkat yang memperkuat input sinyal terlepas dari alam (analog atau
digital).
1.
Kekurangan Repeater
1)
Tembaga
untuk surat
2)
Jangan
serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus terhubung ke media yang berbeda.
3)
Memperpanjang
jarak fisik jaringan
4)
Repeater
harus ditempatkan ditempat yang tinggi.
v Bridge
1.
Pengertian Bridge
Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa
Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan
yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen
jaringan. Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network)
komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan
komputer yang berbeda seperti Ethernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet
dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian
menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui
jaringan.
Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya,
hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan
dipindahkan. Data akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan
keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk
menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak,
sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada
repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data
link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge
mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang
berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang
bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.
2. Fungsi
Bridge
Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk
menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan
yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil, sehingga akan meningkatkan
performa jaringan. Fungsi bridge yang lain yaitu diantaranya :
1) Sebagai
penghubung dua jaringan di tempat jauh
Secara geografis, misalnya saja di sebuah universitas,
terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih ekonomis untuk
memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya
dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan
menggunakan kabel koaksial.
2) Otonomi dari
masing-masing jaringan
Seperti di jaringan perkantoran, setiap departemen
memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki komputer pribadi, workstation,
dan servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan berbeda akan lebih baik
dengan jaringan yang berbeda namun terhubung dengan menggunakan bridge.
3) Mengakomodasi
beban jaringan
Misalkan di sebuah universitas banyak workstation yang
kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen untuk dipakai
meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke mesin pengguna
berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat
penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua LAN yang
dihubungkan dengan bridge.
3. Kelebihan dan Kekurangan Bridge
Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki
kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa
bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya
transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu
mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani
oleh router.
Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak
dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu,
bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya
dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa
menerjemahkan komunikasi antar protokol.
4. Cara Kerja Bridge
Untuk memahami cara kerja bridge, bridge dapat
diibaratkan seperti “repeater yang
cerdas”. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah
kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim
sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya ini
secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.
Kontras
dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang sedikit lebih cerdas. Bridge
mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan
secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang
terhubung melalui bridge.
Kemudian
bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian
melakukan broadcast di jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan
dari satu jaringan tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang
lain.
NIC (Network
Interface Card)
1.
Pengertian Nic (Network Interface Card)
NIC merupakan sebuah perangkat keras jaringan, yang
secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap
komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel
jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah
lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card dan juga Ethernet
Card.
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam
motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia
sudah mendukung slot untuk ekspansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah
produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC
ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi
sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antena wireless di dalam sebuah
komputer, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.
2. Jenis-jenis
NIC (Network Interface Card)
1)
Network
Interface Fisik/Physica
Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik
merupakan sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan secara fisik,
berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik
inilah yang biasa kita gunakan sehar- hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk
mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2)
Network Inteface Logis/Logical
Berbeda degan NIC fisik, NIC logis
merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara
fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah software atau sebuah program
yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya seolah-olah menjadi sebuah Network
Interface Card.
3. Tugas Utama
NIC (Network Interace Card)
NIC pada dasarnya memiliki beberapa fungsi. Namun
demikian, disamping berbagai macam fungsi yang terdapat pada NIC tersebut, NIC
memiliki satu tugas utama yang paling penting. Tugas utama dari sebuah NIC
tersebut adalah untuk mengubah aliran data berbentuk parallel di dalam bus
sebuah komputer menjadi aliran data yang berbentuk serial, sehingga nantinya
aliran data yang berbentuk serial tersebut bisa saling di transmisikan di dalam
media jaringan komputer.
4. Fungsi NIC
(Network Interface Card)
1)
Sebagai media pengirim data dari
satu komputer ke komputer lainnya
Secara teoritis, Network Interface Card memilki fungsi
yang penting untuk mengirimkan data dari sebuah komputer menuju komputer
lainnya. Fungsi pengiriman data ini biasanya merupakan tugas dan juga fungsi
dari sebuah komputer server, dimana komputer server bertugas untuk menyediakan
data dan juga berbagai permintaan akan transmisi data yang direquest oleh klien
atau user.
Dengan adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang dibutuhkan oleh
klien atau user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan alur yang berawal
dari NIC milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan, yang kemudian
diterima oleh NIC milik user atau klien.
2)
Sebagai pengontrol data flow antar
komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
Selain dapat melakukan pengiriman data secara teoritis
Network Interface Card juga memiliki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol
data flow atau aliran data dari sebuah jaringan komputer, terutama yang
menggunakan sistem jaringan kabel. Hal ini merupakan fungsi yang sangat
penting, dimana NIC dapat membantu menjaga agar data yang dikeluarkan dan juga
diterima tidak berlebihan. Selain itu juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan arus informasi
dan data yang mengalir di dalam sebuah jaringan komputer, terutama yang
menggunakan jaringan kabel.
3)
Menerima data dari komputer lain
Apabila fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang
dimiliki oleh sebuah server di dalam jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi
dari sebuah Network Interface Card berada pada komputer client atau user.
Ketika bertindak dan bekerja di dalam komputer yang merupakan komputer client
atau server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah
ditransmisikan oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang
mengalir dan juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau
klien.
4)
Menterjemahkan data menjadi bentuk
bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima
Fungsi lainnya dari NIC secara teoritis adalah
melakukan konversi. Konversi ini meruapakan sebuah proses perubahan, yang
dilakukan oleh NIC untuk mengubah aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi
bentuk bit. Bit merupakan bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah
oleh sebuah komputer, sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi
berguna dan akhirnya bisa diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima
ataupun komputer pengirim.
Selain fungsi secara teoritis, Network Interface Card
juga memiliki banyak fungsi praktis. Fungsi praktis merupakan fungsi dari
Network Interface Card yang mengarah kepada penggunaan sehari-hari di dalam
sebuah jaringan. Kita juga bisa menyebut fungsi praktis dari NIC ini dengan
istilah manfaat dari NIC.
5. Fungsi dan
Manfaat Praktis NIC (Network Interface Card)
1)
Membangun sebuah jaringan komputer
dan menghubungkan komputer satu dengan komputer lain
Manfaat dan fungsi praktis pertama dari sebuah NIC
adalah untuk membuat dan membangun jaringan komputer, yang bertujuan untuk
saling menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Pembangunan sebuah
jaringan ini bertujuan untuk saling mempermudah komunikasi antar komputer,
sehingga dapat mempercepat transmisi data dan juga arus informasi yang ada.
Biasanya, pembuatan sebuah jaringan komputer yang menggunakan NIC banyak
digunakan pada jaringan yang bersifat local, atau jaringan LAN. Karena itu, NIC
juga sering disebut sebagai LAN Card. Konektivitas Lokal atau LAN ini banyak
digunakan pada suatu institusi ataupun organisasi tertentu yang memiliki sebuah
bank data atau database, dimana database tersebut dituntut untuk melayani
beberapa user yang berperan sebagai workstation.
2)
Membantu mempermudah keperluan
pengiriman data dan informasi antar komputer
Dengan adanya NIC di dalam komputer, maka hal ini akan
membantu memudahkan sharing resources atau sumber daya antar komputer. Ketika
sebuah komputer sudah saling tehubung menggunakan NIC, maka komputer-komputer
tersebut akan mennjadi lebih mudah untuk bertukar informasi dan data.
User juga dapat memindahkan dokumen ke komputer lain
hanya dengan sekali klik, atau juga bisa mengakses data yang dimiliki oleh
server di dalam organisasi dengan mudah dan cepat, tanpa harus repot
mencari-cari lokasi data tersebut. Hal ini akan sangat membantu mempermudah dan
mempercepat pengelolaan dan juga manajemen data.
3)
Menghubungkan jaringan local dengan
jaringan internet
NIC juga berperan penting dalam membangun koneksi ke
dalam jaringan internet. Hal ini terutama menggabungkan sebuah konektivitas LAN
atau local ke dalam koneksi di dalam jaringan Internet. Fungsi ini banyak
terlihat pada jaringan-jaringan di dalam warnet, dimana setiap komputer yang
ada di dalam warnet tersebut saling terhubung di dalam konteks jaringan local
atau LAN, namun juga tetap bisa terubung ke dalam jaringan internet.
Dengan begitu, maka user dapat membagi dan memecah
jaringan internet tersebut ke dalam beberapa komputer yang ada, tanpa harus
repot menggunakan banyak modem ataupun access point. User hanya perlu untuk
mengkoneksikan server ke dalam internet dan dengan NIC setiap kompter yang
terhubung ke dalam server tersebut akan terhubung juga ke dalam jaringan
internet.
4)
Mengintegrasikan komputer dengan
beberapa peralatan elektronik
Di jaman modern ini, tidak hanya komputer desktop
ataupun laptop saja yang memiliki konektivitas menggunakan NIC. Beberapa
peralatan elektronik lainnya seperti televisi, media player dan perangkat
elektronik lain juga memiliki NIC di dalam perangkatnya. Hal ini sangat
memungkinkan sebuah komputer bisa terkoneksi dengan perangkat tersebut, dan
komputer bisa berperan untuk mentransmisikan dan mengontrol perangkat tersebut
menggunakan konektivitas dari NIC.
6. Manfaat NIC
(Network Interface Card) di Berbagai Bidang
Secara tidak sadar adanya sebuah perangkat keras
jaringan bernama NIC di dalam komputer dan perangkat elektronik yang biasa kita
gunakan sehari-hari, membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita.
Selain dapat membantu mempermudah pekerjaan dan membuat proses transfer data
serta informasi menjadi lebih cepat dan praktis, penggunaan NIC sebagai media
jaringan membawa banyak dampak positif terhadap erbagai bidang yang ada.
Berikut ini beberapa contoh manfaat adanya NIC di berbagai bidang :
1)
Bisnis dan perkantoran
Dalam bidang bisnis, korporasi dan perkantoran, tentu
saja NIC ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah membantu agar setiap
komputer yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau perkantoran bisa saling
terhubung satu sama lain dengan server utama dari kantor tersebut.
2)
Bidang ekonomi
Di bidang ekonomi, adanya NIC ini dapat membantu
mempercepat arus informasi mengenai perkembangan ekonomi, dan membantu
mempermudah transaksi secara elektronik dengan menggunakan komputer.
3)
Bidang pendidikan
Di dalam bidang pendidikan, NIC juga memiliki banyak
peran. Salah satu peran utama adalah pembuatan sebuah jaringan local untuk
katalog perpustakaan. Di dalam perpustakaan, user tidak perlu repot berkeliling
untuk mencari nomor panggil buku. Dengan memanfaatkan jaringan komputer, maka
dapat dengan mudah mencari nomor panggil dari buku yang akan anda cari.
4)
Bidang teknologi informasi
Dari segi teknologi informasi, adanya Network
Interface Card membantu membuka jalan bagi perkembangan teknologi informasi
lainnya, sehingga dapat menciptakan teknologi yang lebih canggih dan juga lebih
bermanfaat lagi.
5)
Bidang sosial dan kemasyarakatan
Dari segi sosial, dengan adanya NIC didalam komputer
kita, akan membantu terhubung ke dalam jaringan-jaringan internet, yang
membantu kita bersosialisasi dengan teman di dalam dunia maya.
Switch
1. Pengertian
Switch
Switch atau Pengalihan Jaringan adalah suatu alat
jaringan yang melakukan penjembatan tak tampak (penghubung penyekat
(segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan bisa digunakan sebagai penghubung komputer atau penghala pada
satu area yang terbatas, pengalih juga bekerja pada lapisan taut data (data
link), cara kerja pengalih hampir sama seperti jembatan (bridge), akan tetapi
switch memiliki sejumlah porta sehingga sering dinamakan jembatan pancaporta
(multi-port bridge).
2. Fungsi
Switch
Fungsi Switch yaitu sebagai manajemen lalu lintas yang
terdapat pada suatu jaringan komputer, switch bertugas mengirimkan suatu paket
data untuk sampai ke tujuan dengan perangkat yang tepat. Switch ini juga
bertugas mencari jalur yang paling baik dan optimal serta memastikan pengiriman
paket data yang efisien tujuannya.
3. Macam-macam
Jenis Switch
Switch terbagi menjadi 2 macam yaitu berdasarkan OSI
(Open System Interconnection) dimana terdapat switch layer dua dan layer tiga.
1)
Switch layer 2, yaitu switch yang
beroperasi Data link layer ada pada lapisan model OSI, dimana switch bisa
meneruskan paket dengan melihat MAC address tujuan, switch juga bisa melakukan
fungsi bridge antara segmen-segmen LAN (Local Area Network) sebab switch
mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang akan ditujunya
tanpa mengetahui protokol jaringan yang dipakai.
2)
Switch Layer 3, yaitu switch yang
berada pada Network layer yang ada pada lapisan model OSI, dimana switch bisa
meneruskan paket data menggunakan IP address. Switch layer 3 (tiga) sering
disebut juga dengan switch routing ataupun switch multilayer.
Berikut beberapa tipe atau jenis
Switch, diantaranya yaitu:
1)
ATM Switch
Asynchronous Transfer Mode adalah
mode transfer yang disusun dalam bentuk sel-sel. Maksud asinkronus yaitu
pengulangan sel yang mengandung informasi dari pengguna tidak perlu periodik.
2)
ISDN Switch
ISDN (Integrated Services Digital
Network) Switch atau Frame relay switch over ISDN ini biasanya terdapat pada
Service Provider bekerja seperti halnya switch, namun memiliki perbedaan yaitu
interface yang digunakan berupa ISDN card atau ISDN router.
3)
DSLAM Switch
A Digital Subscriber Line Access
Multiplexer (DSLAM, dibaca dee-lam) memungkinkan telepon garis untuk membuat
koneksi cepat ke Internet. Digital Subscriber Line Access Multiplexer ini
merupakan perangkat jaringan, yang terletak di bursa telepon dari penyedia
layanan, yang menghubungkan beberapa pelanggan Digital Subscriber Lines (DSLs)
dengan kecepatan tinggi backbone Internet line menggunakan multiplexing teknik.
Dengan menempatkan DSLAMs terpencil di lokasi terpencil dengan sentral telepon
, perusahaa telepon menyediakan layanan DSL ke lokasi sebelumnya di luar
jangkauan efektif.
4)
Ethernet Switch
Switch Ethernet adalah LAN interkoneksi perangkat yang
beroperasi pada lapisan data-link (lapisan 2) dari model referensi OSI, saklar
pada dasarnya mirip dengan jembatan, namun biasanya mendukung jumlah yang lebih
besar dari segmen LAN terhubung dan memiliki kemampuan manajemen yang lebih
kaya. LAN modern semakin diganti media bersama media diaktifkan, dengan
menginstal switch Ethernet dan jembatan di tempat hub dan repeater. Partisi
logis ini lalu lintas ke perjalanan hanya selama segmen jaringan di jalur antara
sumber dan tujuan. Hal ini mengurangi bandwidth yang terbuang dari hasil dari
mengirim paket ke bagian jaringan yang tidak perlu menerima data. Terdapat
manfaat dari pengamanan ditingkatkan (pengguna kurang mampu tap-in ke’s data
pengguna lain), manajemen yang lebih baik (kemampuan untuk mengontrol siapa
yang menerima informasi apa (yaitu Virtual LAN) dan untuk membatasi dampak dari
masalah jaringan), dan kemampuan untuk mengoperasikan beberapa link di full
duplex (duplex lebih dari setengah diperlukan untuk mengakses bersama-sama).
4. Cara Kerja
Switch
Switch merupakan hardware (perangkat keras) jaringan
komputer yang sama dengan HUB, perbedaanya switch ini lebih pintar meskipun
harganya agak lebih mahal dari HUB. Cara kerja switch yaitu dengan cara
menerima paket data pada suatu port lalu akan melihat MAC (Media Access
Control) tujuannya dan juga membangun sebuah koneksi logika dengan port yang
sudah terhubung dengan node ataupun perangkat tujuan, sehingga selain port yang
dituju tidak bisa menerima paket data yang dikirimkan dan akan mengurangi
terjadinya tabrakan data atau disebut juga collision. Setiap perangkat yang
terhubung ke port tertentu, MAC addressnya dan akan dicatat di MAC address
table yang nantinya akan disimpan pada memori chache switch.
5. Kelebihan
dan Kekurangan Switch
Kelebihannya
:
1)
Performance : Karena sistem tertentu
yang melekat pada switch hanya melihat informasi secara eksplisit ditujukan
kepada NIC, ada sedikit overhead waktu yang dihabiskan membuang paket yang
tidak perlu membaca setiap NIC mendapatkan paket sendiri dikirimkan ke switch
secara independen satu sama lain terikat dengan NIC beralih.
2)
Hemat kabel, karena kabel straight
atau cross yang sudah ada dapat digunakan di switch. kecepatan transfer data yang lebih cepat
dibandingkan dengan shared network pada hub dan dapat memeriksa dan
menganalisa seluruh paket sebelum
diteruskan ke tujuan.
Kekurangannya
: Harga sedikit lebih mahal daripada
HUB dikarenakan switch adalah perkembangan dari HUB.
Router
1. Pengertian
Router
Router, Perute atau Penghala adalah perangkat keras
jaringan komputer yang bisa digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan
yang sama atau berbeda. Router merupakan sebuah alat untuk mengirimkan paket
data melalui jaringan ataupun internet untuk bisa menuju tujuannya, proses
tersebut dinamakan routing.
Router memberikan kemampuan melakukan paket dari satu
sistem ke sistem yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantaranya.
Router bekerja pada lapisan Network dalam model OSI. Umumnya router memiliki
kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge dan dapat digunakan pada
internet network dengan tingkat
kerumitan yang tinggi sekalipun. Router yang saling terhubung dalam internet
network turit serta dalam sebuah algoritma terdistribusi untuk menentukan jalur
optimum yang dilalui paket yang harus lewat dari satu sistem ke sistem yang
lain. Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN dan extended LAN.
Sehingga traffic yang dibangkitkan oleh LAN terisolasi dengan baik daro traffic
yang dibangkitkan oleh LAN lain dalam internet network. Jika dua atau lebih LAN
terhubung dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda.
Sebagai contoh, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda untuk
menghubungkan data link LAN dengan data lin WAN.
2. Fungsi
Router
Router berfungsi sebagai penghubung 2 jaringan atau
lebih untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router
memiliki fungsi utama yaitu untuk membagi atau mendistribusikan IP address,
baik secara statis maupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada
semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address unik
yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer, memungkinan setiap
komputer untuk saling terhubung juga bisa melakukan komunikasi, baik itu pada
LAN maupun internet.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis
teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis ini disebut juga dengan IP Router.
Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis
router lainnya.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak
jaringan kecil ke jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork,
atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk
meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang
digunakan untuk mengoneksikan dua jaringan yang menggunakan media yang berbeda
(seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain dapat menghubungkan
komputer dengan menggunakan radio, juga mendukung penghubungan komputer dengan
kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke
Token Ring.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke
sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau
Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke
sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut dengan access
server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal
ke sebuah koneksi DSL disebut dengan DSL router. Router-router jenis tersebut
umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan
alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya.
Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut dengan packet-filtering
router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara
broadcast sehingga bisa mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat
kinerja jaringan.
3. Jenis-jenis
Router
1)
Static Router (router statis) yaitu
sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual
oleh para administrator jaringan.
2) Dynamic Router (router dinamis) yaitu sebuah router
yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu
lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
4. Cara Kerja
Router
Cara kerja router yaitu dengan cara merutekan paket
atau data informasi yang disebut dengan routing. Dengan teknik routing ini,
router bisa mengetahui arah rute perjalanan informasi tersebut yang akan
dituju, apakah berada pada satu jaringan yang sama atau bukan. Jika informasi
yang dituju mengarah kepada jaringan yang berbeda, maka router otomatis akan
meneruskannya kepada jaringan tersebut, sebaliknya jika paket yang dituju
adalah jaringan yang sama, maka router akan menghalangi paket keluar juga
meneruskan paket tersebut dengan routing di jaringan yang sama hingga terkirim
ke tujuannya. Itulah ilustrasi cara kerja router.
5. Kelebihan
dan Kekurangan Router
Keuntungan
Menggunakan Router :
1) Isolasi
traffic broadcast : kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena traffic
jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
2) Fleksibilitas : router dapat digunakan pada topologi
jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambanan waktu yang dialami
jika menggunakan bridge.
3) Peraturan prioritas : router dapat
mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol.
4) Pengaturan konfigurasi : router pada umumnya dapat
lebih dikonfigurasi daripada bridge.
5) Isolasi masalah : router membentuk
penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN
diisolasikan pada LAN tersebut.
6 6) Pemilihan jalur : router pada umumnya lebih cerdas
daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antara dua sistem.
Kerugian
Menggunakan Router :
1 1) Tergantung pada protokol : router yang beroperasi pada
lapisan network OSI hanya mampu melakukan traffic yang sesuai dengan protokol
yang diimplementasikan padanya saja.
2) Biaya : router pada umumnya lebih kompleks daripada
bridge dan lebih mahal, overhead pemprosesan pada router lebih besar sehingga
troughput yang dihasilkannya pun dapat lebih rendah daripada bridge.
3
3)Pengalokasian alamat : dalam internetwork yang menggunakan router,
memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berati mengubah
alamat network pada sistem itu.
4
4) Sistem tak terjangkau : penggunaan tabel routing yang tidak dinamik
menyebabkan beberapa sistem dapat
terjangkau oleh sistem lain.
Hub
1. Pengertian
Hub
Hub atau network hub bisa didefinisikan sebagai alat
atau perangkat yang memiliki fungsi untuk menghubungkan komputer dengan
komputer lain dengan catatan komputer-komputer tersebut berada dalam satu
jaringan yang sama. Tiap-tiap komputer atau perangkat yang terhubung bisa
saling bertukar informasi. Hub adalah sebuah peranti jaringan komputer, dimana piranti ini memiliki
fungsi untuk menghubungkan tiap-tiap peranti memanfaatkan kabel Ethernet dalam
satu petak jaringan (network segment).
Sampai dengan saat ini, Hub terus mengalami
perkembangan. Jumlah penggunanya terus mengalami peningkatan meninggalkan media
transfer data portable. Sekilas cara kerja Hub mirip seperti Switch. Hanya
saja, Hub tidak mengenal port spesifik yang menjadi tujuan pembagian data. Hub
akan membagian data ke seluruh perangkat yang terhubung dengan port hub.
2. Fungsi Hub
Hub berfungsi sebagai alat yang menghubungkan satu
komputer dengan komputer lain dalam satu jaringan. Tiap komputer yang terhubung
dengan Hub akan saling bertukar data.
Fungsi utama HUB adalah menjadi alat yang menerima
sinyal dari komputer sekaligus juga sebagai titik pusat dari seluruh komputer
yang terhubung yang kemudian membagikan data ke seluruh komputer pula. Jika
diperinci, fungsi Hub antara lain :
1)
Hub berfungsi sebagai penyambung dan
konsentrator antar komputer dengan komputer lain dalam satu jaringan sehingga
membentuk topologi jaringan.
2)
Berfungsi sebagai media penguat
sinyal kabel UTP.
3)
Hub berfungsi sebagai media yang
memiliki peran untuk memfasilitasi menambahkan workstation ataupun penambahan
dari penghilangan.
4)
Hub juga bisa berfungsi sebagai
penambah jarak network yang dapat difungsikan sebagai repeater juga.
5)
Hub bisa menyediakan atau memberi
fasilitas fleksibel serta dengan support interface yang berbeda.
6)
Menerima signal dari satu komputer
ke komputer lain untuk kemudian di bagikan.
7)
Hub bisa berfungsi sebagai sebuah
jaringan yang sederhana dimana ia bisa menghubungkan beberapa komputer dalam
satu grup lokal IP.
Selain itu, Hub berfungsi juga untuk memisahkan
jaringan yang tidak membutuhkan tenaga listrik tambahan dengan jaringan yang
membutuhkan tenaga listrik tambahan.
3. Cara Kerja
Hub
Ketika ada beberapa komputer terhubung ke satu Hub,
maka hub akan membagi data satu komputer ke komputer yang lain. Caranya, ketika
ada paket yang masuk ke Hub dari salah sati port, maka secara otomatis Hub akan
membagi paket tersebut ke port-port yang lain. Port inilah yang menyambung ke
komputer.
Hub juga membagi bandwidth ke tiap-tiap port. Artinya
ketika Hub hanya digunakan oleh satu PC, maka akan memperoleh akses bandwidth
yang maksimum. Tetapi jika ada banyak komputer yang terhubung, maka Hub akan
membagi bandwidth sesuai dengan jumlah komputer yang terhubung. Hub hanya
memiliki satu buah domain collision dan bekerja pada lapisan Physical.
4. Jenis Hub
1)
HUB aktif. Bisa didefiniskan sebagai
hub yang memiliki kemampuan memperkuat sinyal pada sebuah jaringan. Hub ini
disebut pula dengan repeat. Biasanya HUB aktif ini akan sangat berguna bila
digunakan untuk menghubungkan dua unit komputer atau lebih yang memiliki jarak
cukup jauh.
2)
HUB pasif. Jika Hub aktif memperkuat
signal, maka Hub pasif hanya membagikan sinyal transmisi. Signal transmisi
tersebut berasal dari port port komputer yang terhubung dalam jaringan.
3)
Intelligent hub. Beda dengan dua hub
sebelumnya, intelegent Hub merujuk pada Hub yang dilengkapi dengan fungsi
tambahan yang berguna. Karena berbagai fungsi tambahan inilah, intelegent Hub
dapat melakukan pengaturan dan pemeriksaan sendiri pada arus pergerakan data
dalam hub tersebut
5. Kelebihan
dan Kekurangan Hub
Memilih
menggunakan Hub dibanding dengan model jaringan lainya, tentu saja memiliki
beberapa kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan menggunakan HUB,
misalnya :
1)
Hub memungkinkan pengguna melakukan
atap-drop pada percakapan dengan memanfaatkan protokol jaringan atau yang biasa
disebut sebagai “sniffer”.
2)
HUB itu tergolong sebagai Layer 1
dalam OSI model (physycal layer).
3)
HUB juga memiliki banyak port
sehingga bisa menghubungkan banyak komputer.
4)
HUB melakukan sharing pada jaringan
yang sama dengan mempertimbangkan jumlah komputer yang terhubung.
Sementara kekurangan Hub adalah : HUB tidak memiliki kemampuan untuk membaca paket
data, tidak mampu mengenali sumber dan tujuan data, serta kecepatan komunikasi
harus dibagi dengan komputer lain.
Sumber
Referensi :
Nama : IRA ZULVIA
Kelas : 13.2B.01
Jurusan : Teknik Komputer






Tidak ada komentar:
Posting Komentar