Rabu, 31 Maret 2021

TUGAS PERTEMUAN 3 TUJUH KEGIATAN REKAYASA KEBUTUHAN PADA RPL

 

TUGAS PERTEMUAN 3

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Nama                          : Ira Zulvia

Nim                             : 12182446

Kelas                           : 12.6AA.07

Kode Mata Kuliah    : 956

Dosen                          : Tyas Setiyarini, M.Kom


1.      Latar Belakang dan Penjelasan Tentang 7 Kegiatan Pada Rekayasa Kebutuhan

Latar belakang mengapa perlu adanya rekayasa kebutuhan dalam suatu kegiatan adalah kenyataan bahwa menemukan kebutuhan konsumen secara lengkap yaitu tidak mudah dan mahal. Tidak mudah karena :

1)      klien tidak selalu mengetahui dengan pasti dan jelas apa yang diperlukan

2)      kebutuhan yang diutarakan oleh klien tidak selalu sesuai dengan apa yang dimaksud

3)      kebutuhan klien berubah-ubah di sepanjang kegiatan pembangunan perangkat lunak

Hal-hal di atas menyebabkan biaya pembangunan perangkat lunak menjadi mahal karena ada tambahan biaya lagi untuk perubahan yang dilakukan dan waktu yang dibutuhkan lebih dari seharusnya atau target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Contohnya pada rekayasa kebutuhan dalam membangun sebuah sistem penggajian karyawan menuju desain dan pembangunan perangkat lunak dengan menyediakan mekanisme yang tepat untuk memahami apa yang diinginkan konsumen Perusahaan Metland Transyogi, menganalisis kebutuhan apa saja yang diinginkan, menguji kelayakan sistem penggajian karyawan, bernegosiasi untuk solusi yang masuk akal, menetapkan solusi yang dapat dipahami dua belah pihak, uji spesifikasi dan mengelola kebutuhan yang akan diwujudkan ke sistem operasional. Rekayasa kebutuhan pun terdiri dari 7 fungsi, yaitu :

1)      Inception (Permulaan)

Inception atau permulaan, merupakan awal dari terjadinya pembicaraan tentang kebutuhan akan software yang diinginkan oleh konsumen seperti pada pihak Perusahaan Metland Transyogi dalam pembuatan sistem penggajian karyawan. Permulaan ini dapat terjadi karena dari pembicaraan biasa, kebutuhan bisnis yang dirasakan, adanya pasar potensial, atau munculnya layanan potensial yang dapat dilakukan oleh software.

Aktifitas diawali dengan penetapan siapa stakeholder/pihak-pihak terkait dengan perangkat lunak yang akan dibangun. Misalnya, yaitu :

a.       Business operation manager

b.      Product managers

c.       Marketing people

d.       Internal + external customer

e.        End-users

f.       Consultants

g.       Product engineers

h.      Software engineers

i.        Support and maintenance engineers

j.        Others.

Kebutuhan dieksplorasi dari berbagai pandangan dari masing-masing stakeholders. Kebutuhan yang sama dan berbeda dari masing-masing dicatat, perbedaan persepsi diluruskan atau segera diperbaiki agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara kedua belah pihak. Pertanyaan-pertanyaan awal/dasar dilontarkan kepada setiap stakeholder.

2)      Elicitation (Pengungkapan)

           Konsumen mengungkapkan kebutuhan apa saja yang ingin diwujudkan atau ingin segera dilakukan agar sistem penggajian karyawan pun segera terlaksana. Proses ini tidak mudah karena, batasan sistem sering tidak jelas, konsumen tidak cukup paham apa yang dibutuhkan dan kebutuhan sering berubah. Aktifitas dilakukan dalam bentuk pertemuan, dimana setiap stakeholder yang diundang diminta untuk membuat daftar kebutuhan software yang disertai penjelasan tentang karakteristik atau detail dari kemampuan tersebut. 

3)      Elaboration (Penjelasan)

    Apa yang diungkapkan pada proses permulaan dan pengungkapan kebutuhan, dijelaskan panjang lebar. Fokus pada pemodelan fungsi, fitur dan batasan dari perangkat lunak. Dalam kasus OOP, maka class, atribute dan hubungan antar class diidentifikasi pada aktifitas ini. Penjelasan ini bertujuan untuk menjabarkan atau menyampaikan secara rinci tentang kebutuhan yang diinginkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antar kedua belah pihak yang bersangkutan.

4)      Negotiation (Konflik Resolusi)

     Jika terjadi konflik kepentingan karena perbedaan kebutuhan antara bagian pada konsumen, atau antar end-user, maka aktifitas negosiasi diperlukan untuk membuat prioritas kebutuhan, mengevaluasi tiap kebutuhan untuk mengurangi atau mengubah sesuai dengan yang dimaksud pihak-pihak yang berkonflik. Dalam suatu kebutuhan di setiap kegiatan yang dilakukan akan selalu ada konflik yang timbul. Oleh sebab itu, harus adanya komunikasi yang baik dan mencari jalan terbaik untuk memecahkan masalah atau konflik yang sedang terjadi.

5)      Specification (Sfesisikasi)

      Spesifikasi dapat berupa dokumen, model grafik, model matematika, skenario atau prototype yang merupakan produk akhir dari rekayasa kebutuhan. Apa yang disajikan sebagai spesifikasi merupakan hasil identifikasi kebutuhan melalui aktifitas-aktifitas sebelumnya. Spesifikasi menggambarkan fungsi dan kinerja dari perangkat lunak dan batasan-batasan yang ditentukan oleh kedua belah pihak yang telah sepakat. Dalam kasus ini ada biasanya memakai model prototype. Model prototype adalah pendefinisian sejumlah sasaran perangkat lunak berdasarkan kebutuhan dan pemahaman secara umum, tetapi tidak bisa mengidentifikasi kebutuhan secara rinci untuk beberapa fungsi dan fitur-fitur.


Tahap-tahapan prototype yaitu :

1) Sebelum kita membuat atau merancang suatu sistem, tentunya kita harus mengomunikasikan terlebih dahulu apa yang ingin dituju atau bagaimana prosesnya. Pada Perusahaan Metland Transyogi, sebaiknya terlebih dahulu membicarakan untuk membuat sistem penggajian karyawannya kepada pimpinan.

2) Setelah itu, sasaran yang dilakukan yaitu seluruh karyawan Metland Transyogi dan bagaimana proses atau tujuan yang dijalankannya dan dibicarakan kepada pimpinan tersebut.

3) Membuat suatu model atau desain yang tepat dalam pembuatan sistem penggajian karyawan Metland Transyogi.

4) Prototype yang telah dibuat diserahkan kepada pimpinan untuk di evaluasi dan diberi masukan, jika ada yang kurang memuaskan.

5) Kemudian, ada perbaikan dan pengembangan sistem yang dilakukan dalam proses tersebut dan biasanya bersifat dinamis serta ada timbal balik yang diberikannya dalam pembuatan sistem tersebut.

6)      Validation (Validasi)

     Menguji kualitas dari spesifikasi untuk memastikan kebutuhan yang dinyatakan dapat diterima/sepaham, konsisten, lengkap dan bebas kesalahan. Mekanisme yang dapat dilakukan adalah formal technical review atau pertemuan evaluasi teknis. Validasi Ini adalah juga penting untuk memverifikasi bahwa dokumen persyaratan sesuai dengan standar perusahaan, dan bahwa hal itu dapat dipahami, konsisten, dan lengkap.

         Persyaratan validasi berkaitan dengan proses pemeriksaan dokumen persyaratan untuk memastikan bahwa perangkat lunak mendefinisikan hak (yaitu, perangkat lunak yang mengharapkan para pengguna). 


7)      Management Kebutuhan (Requirement Management)

      Mengelola kebutuhan dengan identifikasi, kontrol dan mengikuti perkembangan kebutuhan software yang dikerjakan selama sistem yang dibuat dan perubahan-perubahan yang terjadi. Management kebutuhan merupakan sekumpulan kegiatan yang membantu tim sistem untuk mengindentifikasi, pengawasan, dan melacak perubahan kebutuhan setiap saat pada tahapan pembuatan sistem penggajian karyawan di Perusahaan Metland Transyogi.



Sumber referensi :

http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/index.php?itemid=36





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rangkuman Pertemuan Bab 4 RPL KONSEP PERANCANGAN

  Rangkuman Pertemuan 4 Konsep Perancangan Nama                          : Ira Zulvia Nim                             : 12182446 Kel...