TUGAS PERTEMUAN
3
REKAYASA
PERANGKAT LUNAK
Nama : Ira Zulvia
Nim :
12182446
Kelas : 12.6AA.07
Kode Mata Kuliah : 956
Dosen : Tyas Setiyarini, M.Kom
1.
Latar
Belakang dan Penjelasan Tentang 7 Kegiatan Pada Rekayasa Kebutuhan
Latar belakang mengapa perlu adanya
rekayasa kebutuhan dalam suatu kegiatan adalah kenyataan bahwa menemukan
kebutuhan konsumen secara lengkap yaitu tidak mudah dan mahal. Tidak mudah
karena :
1) klien
tidak selalu mengetahui dengan pasti dan jelas apa yang diperlukan
2) kebutuhan
yang diutarakan oleh klien tidak selalu sesuai dengan apa yang dimaksud
3) kebutuhan klien berubah-ubah di sepanjang kegiatan pembangunan perangkat lunak
Hal-hal di atas menyebabkan biaya
pembangunan perangkat lunak menjadi mahal karena ada tambahan biaya lagi untuk
perubahan yang dilakukan dan waktu yang dibutuhkan lebih dari seharusnya atau
target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Contohnya pada rekayasa kebutuhan dalam membangun
sebuah sistem penggajian karyawan menuju desain dan pembangunan perangkat lunak
dengan menyediakan mekanisme yang tepat untuk memahami apa yang diinginkan
konsumen Perusahaan Metland Transyogi, menganalisis kebutuhan apa saja yang
diinginkan, menguji kelayakan sistem penggajian karyawan, bernegosiasi untuk
solusi yang masuk akal, menetapkan solusi yang dapat dipahami dua belah pihak,
uji spesifikasi dan mengelola kebutuhan yang akan diwujudkan ke sistem
operasional. Rekayasa kebutuhan pun terdiri dari 7 fungsi, yaitu :
1)
Inception (Permulaan)
Inception atau
permulaan, merupakan awal dari terjadinya pembicaraan tentang kebutuhan akan
software yang diinginkan oleh konsumen seperti pada pihak Perusahaan Metland
Transyogi dalam pembuatan sistem penggajian karyawan. Permulaan ini dapat
terjadi karena dari pembicaraan biasa, kebutuhan bisnis yang dirasakan, adanya
pasar potensial, atau munculnya layanan potensial yang dapat dilakukan oleh
software.
Aktifitas diawali dengan penetapan siapa
stakeholder/pihak-pihak terkait dengan perangkat lunak yang akan dibangun.
Misalnya, yaitu :
a.
Business
operation manager
b.
Product managers
c.
Marketing people
d.
Internal + external customer
e.
End-users
f.
Consultants
g.
Product engineers
h.
Software
engineers
i.
Support and
maintenance engineers
j.
Others.
Kebutuhan dieksplorasi
dari berbagai pandangan dari masing-masing stakeholders. Kebutuhan yang sama
dan berbeda dari masing-masing dicatat, perbedaan persepsi diluruskan atau
segera diperbaiki agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara kedua belah pihak.
Pertanyaan-pertanyaan awal/dasar dilontarkan kepada setiap stakeholder.
2)
Elicitation (Pengungkapan)
Konsumen mengungkapkan kebutuhan apa saja yang ingin
diwujudkan atau ingin segera dilakukan agar sistem penggajian karyawan pun
segera terlaksana. Proses ini tidak mudah karena, batasan sistem sering tidak
jelas, konsumen tidak cukup paham apa yang dibutuhkan dan kebutuhan sering
berubah. Aktifitas dilakukan dalam bentuk pertemuan, dimana setiap stakeholder
yang diundang diminta untuk membuat daftar kebutuhan software yang disertai
penjelasan tentang karakteristik atau detail dari kemampuan tersebut.
3)
Elaboration (Penjelasan)
Apa yang diungkapkan pada proses permulaan
dan pengungkapan kebutuhan, dijelaskan panjang lebar. Fokus pada pemodelan
fungsi, fitur dan batasan dari perangkat lunak. Dalam kasus OOP, maka class,
atribute dan hubungan antar class diidentifikasi pada aktifitas ini. Penjelasan
ini bertujuan untuk menjabarkan atau menyampaikan secara rinci tentang
kebutuhan yang diinginkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antar kedua belah
pihak yang bersangkutan.
4)
Negotiation (Konflik Resolusi)
Jika terjadi konflik kepentingan karena
perbedaan kebutuhan antara bagian pada konsumen, atau antar end-user, maka
aktifitas negosiasi diperlukan untuk membuat prioritas kebutuhan, mengevaluasi
tiap kebutuhan untuk mengurangi atau mengubah sesuai dengan yang dimaksud
pihak-pihak yang berkonflik. Dalam suatu kebutuhan di setiap kegiatan yang
dilakukan akan selalu ada konflik yang timbul. Oleh sebab itu, harus adanya
komunikasi yang baik dan mencari jalan terbaik untuk memecahkan masalah atau
konflik yang sedang terjadi.
5)
Specification (Sfesisikasi)
Spesifikasi dapat berupa dokumen, model
grafik, model matematika, skenario atau prototype yang merupakan produk akhir
dari rekayasa kebutuhan. Apa yang disajikan sebagai spesifikasi merupakan hasil
identifikasi kebutuhan melalui aktifitas-aktifitas sebelumnya. Spesifikasi
menggambarkan fungsi dan kinerja dari perangkat lunak dan batasan-batasan yang
ditentukan oleh kedua belah pihak yang telah sepakat. Dalam kasus ini ada
biasanya memakai model prototype. Model prototype adalah pendefinisian sejumlah
sasaran perangkat lunak berdasarkan kebutuhan dan pemahaman secara umum, tetapi
tidak bisa mengidentifikasi kebutuhan secara rinci untuk beberapa fungsi dan
fitur-fitur.
Tahap-tahapan
prototype yaitu :
1) Sebelum kita membuat atau
merancang suatu sistem, tentunya kita harus mengomunikasikan terlebih dahulu
apa yang ingin dituju atau bagaimana prosesnya. Pada Perusahaan Metland
Transyogi, sebaiknya terlebih dahulu membicarakan untuk membuat sistem
penggajian karyawannya kepada pimpinan.
2) Setelah itu, sasaran yang
dilakukan yaitu seluruh karyawan Metland Transyogi dan bagaimana proses atau
tujuan yang dijalankannya dan dibicarakan kepada pimpinan tersebut.
3) Membuat suatu model atau
desain yang tepat dalam pembuatan sistem penggajian karyawan Metland Transyogi.
4) Prototype yang telah
dibuat diserahkan kepada pimpinan untuk di evaluasi dan diberi masukan, jika
ada yang kurang memuaskan.
5) Kemudian, ada perbaikan dan pengembangan sistem yang dilakukan dalam proses tersebut dan biasanya bersifat dinamis serta ada timbal balik yang diberikannya dalam pembuatan sistem tersebut.
6)
Validation (Validasi)
Menguji kualitas dari spesifikasi untuk
memastikan kebutuhan yang dinyatakan dapat diterima/sepaham, konsisten, lengkap
dan bebas kesalahan. Mekanisme yang dapat dilakukan adalah formal technical
review atau pertemuan evaluasi teknis. Validasi Ini adalah juga penting untuk
memverifikasi bahwa dokumen persyaratan sesuai dengan standar perusahaan, dan
bahwa hal itu dapat dipahami, konsisten, dan lengkap.
Persyaratan validasi berkaitan dengan
proses pemeriksaan dokumen persyaratan untuk memastikan bahwa perangkat lunak
mendefinisikan hak (yaitu, perangkat lunak yang mengharapkan para pengguna).
7)
Management Kebutuhan (Requirement Management)
Mengelola kebutuhan
dengan identifikasi, kontrol dan mengikuti perkembangan kebutuhan software yang
dikerjakan selama sistem yang dibuat dan perubahan-perubahan yang terjadi.
Management kebutuhan merupakan sekumpulan kegiatan yang membantu tim sistem untuk
mengindentifikasi, pengawasan, dan melacak perubahan kebutuhan setiap saat pada
tahapan pembuatan sistem penggajian karyawan di Perusahaan Metland Transyogi.
Sumber referensi :
http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/index.php?itemid=36

Tidak ada komentar:
Posting Komentar