TUGAS PERTEMUAN
2
REKAYASA
PERANGKAT LUNAK
STUDI KASUS
SISTEM
PENGGAJIAN KARYAWAN
DI PERUSAHAAN
METLAND TRANSYOGI DAN MODEL PROTOTYPE
NAMA : IRA ZULVIA
NIM : 12182446
KELAS : 12.6AA.07
TEKNIK INFORMATIKA
STMIK NUSA MANDIRI
2021/2022
1. 1. Latar Belakang
Studi Kasusnya :
Perkembangan dunia informasi yang semakin meningkat dan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan serta teknologi komputer yang mampu menunjang berbagai kebutuhan dan permintaan informasi dari pengguna membuat informasi telah menjadi suatu kebutuhan utama dalam bidang apapun. Saat ini studi kasus sistem penggajian karyawan dan model prototype sering kita jumpai di suatu perusahan. Penggajian adalah memberikan kompensasi untuk pegawai berupa gaji sebagai kembalian finansial kepada para pegawai sebagai ganti kontribusi mereka terhadap organisasi, instansi atau lembaga (Noviyani, 2009).
1. 2. Konsep Dasar
Data
Data dapat
didefinisikan sebagai deskripsi dari suatu dan kejadian yang kita hadapi
(Ladjamudin, 2005). Data dapat berupa catatan-catatan dalam kertas, buku, atau
tersimpan sebagai file database. Proses pengolahan data terbagi menjadi 3
tahapan yang disebut dengan siklus pengolahan data (Data Processing Cycle),
yaitu :
1)
Tahapan Input
2)
Tahapan
Processing
3) Tahapan Output
1. 3. Metode Prototype
Model prototype adalah
pendefinisian sejumlah sasaran perangkat lunak berdasarkan kebutuhan dan
pemahaman secara umum, tetapi tidak bisa mengidentifikasi kebutuhan secara
rinci untuk beberapa fungsi dan fitur-fitur.
Tahap-tahapannya
yaitu :
1) Sebelum kita
membuat atau merancang suatu sistem, tentunya kita harus mengomunikasikan
terlebih dahulu apa yang ingin dituju atau bagaimana prosesnya. Pada Perusahaan
Metland Transyogi, sebaiknya terlebih dahulu membicarakan untuk membuat sistem
penggajian karyawannya kepada pimpinan.
2) Setelah itu,
sasaran yang dilakukan yaitu seluruh karyawan Metland Transyogi dan bagaimana
proses atau tujuan yang dijalankannya dan dibicarakan kepada pimpinan tersebut.
3)
Membuat suatu
model atau desain yang tepat dalam pembuatan sistem penggajian karyawan Metland
Transyogi.
4) Prototype yang
telah dibuat diserahkan kepada pimpinan untuk di evaluasi dan diberi masukan,
jika ada yang kurang memuaskan.
5)
Kemudian, ada
perbaikan dan pengembangan sistem yang dilakukan dalam proses tersebut dan
biasanya bersifat dinamis serta ada timbal balik yang diberikannya dalam
pembuatan sistem tersebut.
1.4. Use Case Diagram
Use case diagram
menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Use case
diagram pada aplikasi terdiri dari dua aktor yaitu administrator dan user.
Administrator bertindak sebagai aktor yang mempunyai
hak mengelola data yaitu dengan menambah, mengubah maupun menghapus data
individu pegawai, dan data gaji serta membuat laporan.
. 5. Activity Diagram
Activity diagram menggambarkan proses paralel yang
mungkin terjadi pada beberapa ekseskusi.
Administrator memulai aktivitas
dengan log in. Jika tidak valid maka
sistem akan menampilkan menu log in hingga valid. Setelah masuk, aplikasi sistem akan
menampilkan halaman menu utama administrator. Administrator
dapat memakai aplikasi sesuai hak aksesnya, yaitu memilih menambah data, mengubah data, menghapus data. Setelah selesai pemakaian
maka administrator dapat keluar dari aplikasi.
Merupakan class diagram
Pegawai pada sistem informasi Kepegawaian dan Penggajian yang di rancang. Apabila
user melakukan login sebagai administrator, maka user akan terhubung pada
diagram add data pegawai dengan atribut tambah, ubah dan hapus. Jika melakukan
login sebagai user, maka akan terhubung pada class seacrh data pegawai dan
class laporan gaji.
Menggambarkan satu aliran utama untuk seorang administrator mengelola data pegawai. Dalam skenario ini administrator akan memasukkan username dan password yang benar, yang diidentifikasi sebagai admin yang mampu mengakses dan mengelola data. Admin melakukan input data pegawai jika ada pegawai yang ditambahkan, data tersebut disimpan pada tabel pegawai berupa nama pegawai, nip pegawai, tanggal lahir, agama jenis kelamin, status, dan jumlah anak.
Admin juga dapat melakukan tugas mengolah data gaji
berupa data golongan yang berisi jabatan, status pegawai, kode golongan, mulai
tugas, masa kerja, gaji pokok. Data tersebut disimpan pada tabel golongan. Data
tunjangan berisi tunjangan istri/suami, tunjangan anak, tunjangan akses dan lain sebagainya.
1.6. Kesimpulan Hasil Studi Kasus Sistem Penggajian
Karyawan di Perusahaan Metland Transyogi dan Model Prototype
Dalam studi kasus tersebut, memudahkan seluruh
karwayan beserta staff yang bertugas untuk mengetahui berapa gaji mereka,
tunjangan apa saja yang di dapat, dan lain sebaginya. Sehingga karyawan pun
tidak bertanya-tanya perihal keuntungan yang mereka dapatkan selama bekerja di
Perusahaan Metland Transyogi tersebut dengan menggunakan model prototype. Model
prototype tersebut juga membutuhkan tahapan-tahapan dalam proses pembuatannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar